Mahfud Senggol Gibran Soal IKN Tak Diminati Investor Asing, Ini Faktanya

AKURAT.CO Debat cawapres perdana semalam menampilkan aksi panggung saling sindir antar cawapres. Salah satunya adalah cawapres paslon nomor urut 3, Mahfud MD yang melontarkan pertanyaan untuk cawapres paslon nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka soal sepinya investor asing di IKN.
"Tapi tadi saya tergelitik soal anggaran untuk IKN hanya 20 persen dari APBN dan sisanya dari investor. Sejauh yang kita pandang, sampai sekarang belum ada satupun investor (asing) yang masuk ke sana. Coba kalau ada sebutkan misalkan dua atau satu investor mana yang sudah masuk ke sana," kata Mahfud dalam debat cawapres Jumat malam (22/12/2023).
Menjawab pertanyaan tersebut, Gibran pun menimpali. "Prof, mungkin nanti setelah pulang dari debat bisa di Google, sudah banyak yang masuk. Mayapada, Agung Sedayu dan nanti akan tambah lagi. Mungkin setelah Pilpres, karena mereka kan pasti akan wait and see, melihat stabilitas politik di Indonesia, terima kasih prof," ujar Gibran.
Baca Juga: Jokowi Bahas Investasi IKN Hingga Perlindungan WNI Di Pertemuan Bilateral RI-Hong Kong
Menengok ke belakang, Presiden Jokowi saat kunjungannya di AS 17 November 2023 lalu memang sempat menyinggung bahwa belum ada investor asing yang secara terpisah (tidak bekerja sama dengan mitra investor lokal) masuk ke IKN.
Beberapa waktu setelahnya, tepatnya pada 20 November 2023 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jokowi mengatakan sudah ada 300 Letter of Intent atau surat kesepakatan awal atau minat investasi di IKN. Rinciannya, 177 minat dari investor domestik dan 133 sisanya 133 dari investor asing, dengan yang paling banyak berasal dari Asia, Singapura, Jepang, Malaysia, China, Korea, dan juga Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa.
Sementara itu, Otorita IKN mengupdate pada 21 Desember 2023, bahwa total nilai investasi yang sudah masuk ke IKN mencapai Rp41,4 triliun selama 3 rangkaian peletakan batu pertama atau groundbreaking.
Deputi Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono mengatakan bahwa investasi yang masuk tersebut termasuk dari investor asing yang sejatinya sudah masuk ke IKN namun sebagai mitra dari perusahaan dalam negeri. Setidaknya ada 6 proyek yang melibatkan investor asing lewat skema bermitra dengan investor lokal.
Rinciannya, Hotel Nusantara dan Swiss Hotel oleh Accor Group Swiss); Nusantara Intercultural School dengan JIS; Training Center PSSI dan FIFA; PLN dengan Sembcorp Singapura untuk PLTS 50 MW; RS Mayapada dan Apollo Hospital India serta PT Pakuwon Jati Tbk dengan Marriot International AS untuk Superblock senilai Rp5 triliun.
Selain investasi berpola kerja sama investor asing - lokal, investor lokal seperti PT Wulandari Bangun Laksana Tbk milik konglomerat lokal Christoper Sumasto Tjia, yang membangun Superblok senilai Rp3 triliun di IKN.
Dijelaskan Agung, skema investor asing bermitra dengan investor lokal tersebut merupakan arahan dari Presiden Jokowi sembari menanti investor asing yang masuk langsung secara individu. Menurut Agung, para investor lokal sendiri punya kelebihan lebih cepat untuk mengambil keputusan ketimbang investor asing terkait investasi di IKN.
"Investor domestik lebih sat set dalam memproses mengevaluasi antara istilahnya risk and return, risiko dan keuntungannya, dan kemudian juga mengambil keputusan hingga sampai pada kesepakatan tadi. Meski demikian, investasi asing dalam proyek IKN tetap diperlukan mengingat IKN akan menjadi kota dunia untuk semua," kata Agung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










