Akurat
Pemprov Sumsel

Kebut Persiapan MRT Jalur Timur-Barat, Menko Airlangga Siapkan Aturan Untuk Cairkan Pinjaman JICA

M. Rahman | 16 Januari 2024, 22:14 WIB
Kebut Persiapan MRT Jalur Timur-Barat, Menko Airlangga Siapkan Aturan Untuk Cairkan Pinjaman JICA

AKURAT.CO Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tengah merampungkan Peraturan Menteri Koordinator (Permenko) terkait penyelenggaraan MRT Jalur timur-Barat, sebagai dasar pencairan pinjaman dari JICA (Japan International Cooperation Agencypada Maret 2024 nanti.

Sebelumnya pada 16 Desember 2023 lalu, Presiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menandatangani pledge Pembangunan MRT Jalur Timur–Barat. Pada momen tersebut, JICA secara verbal menyampaikan komitmen pendanaan hingga USD3 miliar untuk proyek MRT Jalur Timur-Barat fase 1 tahap 1.

Penandangan pledge sendiri menyusul penandatanganan Minutes of Discussion Phase 1 Stage 1 antara JICA, Kementerian Perhubungan, Bappenas, Pemprov DKI, dan MRTJ pada November 2023, menandai langkah konkrit dalam perwujudan proyek tersebut.

Baca Juga: Progres Hampir 50%, Hutama Karya Komitmen Rampungkan Proyek MRT Rute Mangga Besar - Glodok - Kota Tepat Waktu

Artinya, pada Maret 2024 mendatang diharapkan JICA bakal secara formal mencairkan komitmen pinjaman (financial close) untuk proyek yang diharapkan digroundbreaking di Agustus 2024.

"Yang penting kan investornya ada, pengelola proyeknya ada, nanti operasionalnya juga jelas. Kepemilikan dari MRT operation juga jelas. PT MRT nya juga jelas," ungkap Menko Airlangga di sela Rapat Koordinasi persiapan MRT Jalur Timur-Barat di Jakarta, Selasa (16/1/2024).

Ditambahkan, MRT Jalur Timur-Barat terdiri atas 2 fase, fase pertama meliputi Kembangan–Medan Satria sepanjang 39,3 km dan fase kedua sepanjang 50,4 km meliputi Balaraja-Kembangan-Medan Satria-Cikarang. Total biaya yang dibutuhkan untuk proyek ini ditaksir mencapai USD10,24 miliar setara Rp160 triliun. 

Selain JICA, sejauh ini investor yang telah menyatakan minatnya secara verbal yakni Asian Development Bank (ADB) yang bersedia memberikan pinjaman sekitar USD0,3-0,6 miliar dengan skema cofinancing atau pembiayaan bersama dengan JICA. 

Kemudian, United Kingdom Export Finance (UKEF) juga menyatakan kesediaan pembiayaan koridor East-West MRT Jakarta hingga USD1,2 miliar.

"Proyek yang masuk PSN ini tidak hanya akan mengurangi kemacetan, tetapi juga menjadi simbol kemajuan dan inovasi dalam pembangunan infrastruktur transportasi Indonesia. Harus dipercepat karena arahan Presiden Republik Indonesia di semester I-2024 seluruh PSN dapat diselesaikan atau minimal tercapainya financial close dan groundbreaking," imbuhnya.

Senada, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang hadir dalam rapat tersebut mendukung secara keseluruhan pelaksanaan proyek MRT East–West.

Disepakati bahwa kelembagaan proyek ini akan melibatkan Kementerian Perhubungan sebagai executing agency, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai implementing agency, dan PT MRT Jakarta sebagai sub implementing agency.

Dalam hal pembebanan pembiayaan, disepakati bahwa proporsi loan yang digunakan adalah 49% on-granting dan 51% on-lending.

Diketahui, MRT Jalur Timur-Barat atau Cikarang-Balaraja merupakan pembangun MRT Fase ketiga usai fase pertama (Lebak Bulus-Bundaran HI) dan fase kedua (Bundaran HI-Ancol Barat). Setelah MRT fase ketiga, rencananya akan dilanjutkan dengan fase keempat (Fatmawati-TMII) dengan investasi sekitar Rp20 triliun yang sudah dilirik oleh investor dari Korea Selatan.

 

 

 

 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa