Airlangga Dorong KEK RI Bersaing dengan Malaysia dan Singapura
Demi Ermansyah | 30 September 2024, 12:11 WIB

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto terus mendorong beberapa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk berekspansi dan bersaing dengan kawasan ekonomi yang dikembangkan secara bersama oleh Malaysia dan Singapura.
Dalam acara Knowledge Sharing and Networking Event dengan topik Shaping The Future Economy: AI & Semiconductor di KEK Kura-Kura Bali, Denpasar, Minggu, Airlangga mengatakan setidaknya ada beberapa KEK dimana lokasinya berdekatan dengan dua negara tetangga tersebut yakni KEK Nongsa, Batam dan KEK Galang Batang, Bintan, Kepulauan Riau yang dikembangkan untuk terus diperluas termasuk ekosistem industri berbasis inteligence artificial.
"Kita punya digital KEK di Nongsa dimana sekarang Nongsa Digital Pak sudah penuh bahannya dengan data center termasuk AI data center salah satunya GDS (Perusahaan IT asal Shanghai). Kemarin sudah diputuskan mereka untuk melakukan ekspansi karena kita juga memiliki pesaing yaitu Singapore - Johor Malaysia mereka bersama-sama untuk mengembangkan juga Digital Park Special Economy Zone," kata Airlangga, dikutip Senin (30/9/2024).
Baca Juga: KEK Nongsa Siap Majukan Industri Digital RI
Seperti diketahui, Malaysia dan Singapura tengah membangun KEK lintas batas pertama di Asia Tenggara yang diberi nama Special Economic Zone Johor-Singapura. Jika dilihat dari lokasi geografis, maka KEK tersebut berada dekat dengan KEK Indonesia yaitu KEK Batam dan KEK Galang Batang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.
Airlangga mengatakan pemerintah kini terus membangun KEK Batam dan Bintan untuk menarik investasi di sekitar kawasan tersebut termasuk pengembang semikonduktor. "Semikonduktor salah satunya dikembangkan di Batam karena dia membutuhkan market, membutuhkan free flow dari bahan bakunya. Di sana juga akan dibangun industri berbasis silika," kata dia.
Selain KEK tersebut, beberapa KEK lainnya yang dikembangkan untuk menjadi katalisator industri semikonduktor adalah KEK Kendal, Jawa Tengah dan KEK Jawa Timur. Dirinya pun berharap KEK Kura-Kura Bali Bali dapat menjadi katalisator industri semikonduktor dengan kerja sama pengembangan SDM antara United in Diversity (UID) Bali Campus dan Tsinghua Southeast Asia Center.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






