Akurat
Pemprov Sumsel

Serap Tenaga Kerja 28 Ribuan Orang di Semester I-2025, KEK Dorong Pemerataan Ekonomi

Hefriday | 9 September 2025, 17:20 WIB
Serap Tenaga Kerja 28 Ribuan Orang di Semester I-2025, KEK Dorong Pemerataan Ekonomi

AKURAT.CO Pemerintah terus mengoptimalkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai motor pertumbuhan ekonomi sekaligus sarana pemerataan pembangunan.

Hingga semester I 2025, realisasi investasi di KEK mencapai Rp40,48 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 28.094 orang.

Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti nyata efektivitas KEK dalam mendorong pemerataan.
 
Dari total 25 KEK yang beroperasi di Indonesia, sebanyak 18 di antaranya berada di luar Jawa.
 
“Realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja masih sesuai dengan target pemerintah. Bahkan ke depan kami perkirakan akan tumbuh lebih besar lagi,” ujarnya di Jakarta, Selasa (9/9/2025).
 
 
Secara kumulatif sejak 2012, investasi di KEK telah mencapai Rp294,4 triliun dengan tenaga kerja terserap 187.376 orang.
 
Angka tersebut menunjukkan kontribusi besar KEK terhadap ekonomi daerah, khususnya di kawasan yang sebelumnya kurang tersentuh investasi besar.
 
Selain memberikan dampak pada penciptaan lapangan kerja, KEK juga memperkuat kapasitas ekspor daerah. Sejak 2021 hingga 2025, ekspor kumulatif dari KEK tercatat Rp82 triliun dengan tren meningkat setiap tahun.
 
KEK Galang Batang di Kepulauan Riau, misalnya, berhasil mengekspor lebih dari 2 juta ton alumina per tahun hasil pengolahan bauksit. Sementara KEK Kendal di Jawa Tengah mulai memproduksi anoda untuk baterai yang berorientasi pasar global.
 
KEK Gresik di Jawa Timur juga turut menopang ekspor melalui produksi tembaga.
 
“KEK bukan hanya memacu investasi, tapi juga menghidupkan ekonomi lokal, memberi ruang bagi tenaga kerja di daerah, dan memperluas basis ekspor nasional,” kata Susiwijono.
 
Dengan penguatan sektor industri di luar Jawa, KEK dipandang sebagai instrumen penting dalam menyeimbangkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
 
Pemerintah menargetkan KEK mampu menjadi katalis pemerataan, sehingga manfaat pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa.
 
Optimisme pemerintah diperkuat dengan minat investor yang terus bertambah. Pada semester I 2025 saja, terdapat 65 pelaku usaha baru yang menanamkan modal di KEK.
 
“Pemerintah berharap keberadaan KEK bisa menjadi jawaban atas tantangan pemerataan ekonomi nasional. Bukan hanya investasi, tetapi juga lapangan kerja, ekspor, dan pertumbuhan sektor industri daerah,” tukasnya.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa