Hadapi Nataru 2025, Manajemen Bandara Ngurah Rai Tingkatkan Sejumlah Layanan
Hefriday | 14 Desember 2024, 18:32 WIB

AKURAT.CO Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, mengumumkan penyelesaian proyek optimalisasi sejumlah area bandara untuk meningkatkan kualitas pelayanan selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 atau Nataru 2025.
Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan penumpang yang diproyeksikan mencapai 1,3 juta orang dalam periode 19 hari, meningkat 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, menyatakan bahwa pengaturan di area terminal yang rawan kepadatan menjadi fokus utama dalam proyek ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengembangan tata letak di area pemeriksaan keamanan atau Security Check Point (SCP).
"Kami telah menambah jumlah lajur pemeriksaan SCP di terminal domestik dan internasional untuk mengurangi potensi antrean," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (14/12/2024).
Di terminal domestik lantai pertama, jumlah lajur pemeriksaan keamanan ditingkatkan dari tiga menjadi lima. Sementara di lantai dua, jumlahnya ditambah dari tiga menjadi empat lajur. Perubahan ini didukung dengan penambahan mesin x-ray, yang memungkinkan proses pemeriksaan berjalan lebih cepat dan efisien.
Optimalisasi juga dilakukan pada jalur lalu lintas darat dengan memperluas beberapa titik akses kendaraan untuk mencegah kemacetan. "Saat ini, lajur kendaraan di sekitar bandara sudah lebih luas. Kelancaran lalu lintas juga ditingkatkan dengan penerapan pembayaran parkir non-tunai," jelas Syaugi.
Manajemen bandara turut berkolaborasi dengan aparat keamanan, pemerintah daerah, dan desa adat untuk menjaga kelancaran operasional. Posko terpadu akan didirikan mulai 18 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025. Posko ini akan beroperasi selama 24 jam untuk memantau pergerakan penumpang dan pesawat, serta memberikan respons cepat terhadap situasi darurat.
Untuk mengurai potensi kemacetan di luar area bandara, petugas gabungan akan ditempatkan di beberapa titik strategis seperti simpang Dewi Sartika, Kubu Anyar, dan simpang Patung Kuda. Langkah ini bertujuan memastikan arus kendaraan menuju bandara tetap lancar selama puncak liburan.
Dalam rangka mempersiapkan libur panjang akhir tahun, Bandara Ngurah Rai juga memperhatikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas. "Kami telah mempersiapkan personel tambahan, peralatan, dan fasilitas yang mendukung. Semua aspek ini dilakukan untuk memastikan operasional angkutan udara berjalan lancar," tambah Syaugi.
Selain kesiapan fisik, pihak bandara juga telah meningkatkan kolaborasi lintas instansi untuk menjamin kualitas pelayanan. Langkah ini mencakup pengawasan keamanan, manajemen penumpang, dan pemeliharaan fasilitas bandara selama periode libur Natal dan Tahun Baru.
Bandara I Gusti Ngurah Rai selama ini menjadi salah satu pintu gerbang utama pariwisata Indonesia. Dengan lonjakan penumpang yang diperkirakan akan terus meningkat, optimalisasi ini diharapkan mampu memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman dan aman bagi seluruh pengguna jasa bandara.
Syaugi optimistis, langkah strategis ini tidak hanya meningkatkan kelancaran operasional tetapi juga memperkuat citra Bandara Ngurah Rai sebagai salah satu bandara internasional terbaik di Indonesia.
"Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang maksimal selama periode libur panjang ini, dengan harapan penumpang dapat merasakan pengalaman perjalanan yang optimal," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










