Kemenhub Dukung Pemprov Jatim Optimalisasi Bandara Dhoho

AKURAT.CO Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerima audiensi Pemprov Jawa Timur terkait dengan optimalisasi operasional Bandar Udara Dhoho Kediri sebagai alternatif layanan penerbangan umroh dan pendukung bandara utama di Jawa Timur.
Pertemuan ini berlangsung antara Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI, Lukman F. Laisa dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak di Kemenhub beberapa hari lalu.
Dalam pertemuan tersebut Lukman menyampaikan sebagai regulator, pihaknya menyambut baik inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memaksimalkan potensi Bandar Udara Dhoho. Langkah ini dinilai strategis dalam mendistribusikan beban operasional penerbangan yang saat ini masih terpusat di Bandar Udara Juanda Surabaya.
Bandar Udara Juanda saat ini melayani sekitar 14 juta penumpang per tahun dari kapasitas maksimal 21 juta penumpang. Setelah dilakukan evaluasi, peningkatan kapasitas Juanda hanya memungkinkan sampai 27 juta penumpang.
Baca Juga: Begini Rencana Perluasan Transportasi Terintegrasi Kemenhub di 2025-2029
“Artinya, kita harus bersiap sejak sekarang mencari dan membangun simpul-simpul penerbangan baru untuk mengantisipasi pertumbuhan ke depan,” kata Lukman dalam keterangannya, dikutip Sabtu (2/8/2025).
Lukman menambahkan bahwa Bandara Dhoho didesain untuk melayani pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777-300ER dan Airbus A380, serta memiliki fasilitas dan spesifikasi teknis yang modern dan memenuhi standar internasional.
Hal ini membuka peluang besar bagi Dhoho untuk menjadi bandara alternatif keberangkatan jamaah umroh dan pusat konektivitas dalam negeri wilayah selatan Jawa Timur.
“Dari sisi infrastruktur, Bandar Udara Dhoho sangat memadai. Namun sebelum beroperasi penuh untuk penerbangan umroh, tentu perlu dipastikan seluruh aspek keselamatan (safety), keamanan (security), pelayanan (services), dan kepatuhan terhadap regulasi (compliance) terpenuhi. Itu menjadi tanggung jawab kami sebagai regulator,” tegas Lukman.
Dalam waktu dekat, Ditjen Perhubungan Udara bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan operator bandara akan melakukan pengujian dan evaluasi bertahap terhadap kesiapan operasional Bandar Udara Dhoho.
Rencana kedepan bandara dhoho akan melayani penerbangan umroh yang direncanakan 3–4 kali per bulan oleh karena itu diperlukan kesiapan operasional dan fasilitas yang maksimal.
Lebih lanjut, Dirjen Lukman juga menekankan bahwa pengembangan konektivitas udara di Jawa Timur tidak hanya bergantung pada Bandar Udara Juanda dan Dhoho.
Bandara-bandara lain seperti Abdul Rachman Saleh (Malang), Blimbingsari (Banyuwangi), dan Trunojoyo (Sumenep) juga perlu dioptimalkan sebagai bagian dari sistem penerbangan yang saling terintegrasi.
“Kami akan terus melakukan pengawasan agar seluruh pengembangan dan operasional bandara tetap mengedepankan 3S dan 1C, demi menjamin keselamatan, keamanan, kenyamanan penumpang, dan kepatuhan terhadap standar yang berlaku,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









