Akurat
Pemprov Sumsel

Misbakhun Tinjau Proyek Tanggul Tambak 3,1 Km di Pasuruan

Esha Tri Wahyuni | 8 Maret 2026, 16:24 WIB
Misbakhun Tinjau Proyek Tanggul Tambak 3,1 Km di Pasuruan
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, meninjau pembangunan tanggul tambak yang didanai melalui program CSR dua bank BUMN di Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Jawa Timur.

AKURAT.CO Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, meninjau pembangunan tanggul tambak yang didanai melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari dua bank BUMN, Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri, di Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Infrastruktur tersebut ditujukan untuk melindungi kawasan tambak budidaya ikan milik kelompok pembudi daya ikan (Pokdakan) sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dari sektor perikanan.

Misbakhun mengatakan pembangunan tanggul tersebut sejalan dengan agenda pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Komisi XII DPR Terus Koordinasi dengan Kementerian ESDM dan Pertamina Pastikan Stok BBM Aman

“Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bertekad mewujudkan ketahanan pangan. CSR berupa tanggul ini adalah sebagai salah satu upaya mewujudkan ketahanan pangan melalui perikanan,” kata Misbakhun dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (8/3/2026).

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kunjungan tersebut, tanggul yang dibangun melalui CSR BRI memiliki panjang sekitar 1.600 meter dan dikerjakan selama 60 hari. Infrastruktur ini dimanfaatkan oleh Pokdakan Makmur Bersama yang mengelola tambak di kawasan tersebut.

Sementara itu, Bank Mandiri membangun tanggul sepanjang 1.500 meter untuk Pokdakan Maju Sejahtera di Kelurahan Kepel. Proyek tersebut diselesaikan dalam waktu sekitar 45 hari oleh masyarakat setempat yang tergabung dalam kelompok pembudi daya.

Secara total, tanggul yang dibangun oleh dua bank BUMN tersebut mencapai panjang sekitar 3,1 kilometer. Infrastruktur ini diharapkan mampu menahan limpasan air saat banjir atau cuaca ekstrem yang kerap merusak tambak budidaya di kawasan pesisir Pasuruan.

Misbakhun menegaskan keberadaan tanggul tersebut penting untuk menjaga produktivitas sektor perikanan budidaya masyarakat.

“Semoga keberadaan tanggul membantu petambak dalam budi daya ikan, sehingga perekonomian dari perikanan terus bergerak,” ujarnya.

Baca Juga: Komisi XI Nilai Satgas Anti-Scam Jadi Harapan Baru Lawan Kejahatan Keuangan

Sektor perikanan menjadi salah satu pilar ketahanan pangan Indonesia. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan produksi perikanan budidaya nasional mencapai sekitar 17 juta ton pada 2024, dengan kontribusi besar berasal dari tambak ikan dan udang di wilayah pesisir.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, pemerintah menargetkan peningkatan produksi perikanan budidaya sebagai bagian dari strategi memperkuat ketersediaan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kawasan Pasuruan sendiri dikenal sebagai salah satu sentra tambak di Jawa Timur. Namun wilayah pesisir ini kerap menghadapi risiko banjir rob dan luapan air saat musim hujan yang dapat merusak tambak serta menurunkan hasil produksi pembudi daya ikan.

Pembangunan tanggul di sekitar kawasan tambak dinilai menjadi salah satu solusi mitigasi yang dapat melindungi lahan budidaya dari kerusakan akibat banjir maupun perubahan cuaca ekstrem.

Program CSR BUMN selama beberapa tahun terakhir diarahkan untuk mendukung pembangunan ekonomi masyarakat dan sektor produktif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam laporan keberlanjutan industri perbankan mencatat bank-bank BUMN secara rutin menyalurkan dana tanggung jawab sosial untuk pemberdayaan UMKM, pertanian, hingga perikanan.

Infrastruktur dasar seperti tanggul, irigasi, dan fasilitas produksi menjadi salah satu fokus program karena dinilai mampu meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat secara langsung.

Bagi kelompok pembudi daya ikan, perlindungan kawasan tambak memiliki dampak penting terhadap stabilitas produksi. Kerusakan tanggul atau banjir yang masuk ke tambak dapat menyebabkan kematian ikan atau udang dan kerugian ekonomi bagi petambak.

Dengan adanya tanggul baru di kawasan Kepel, diharapkan risiko tersebut dapat ditekan sehingga aktivitas budidaya tetap berjalan stabil.

Kunjungan Misbakhun ke Pasuruan juga dirangkai dengan kegiatan Safari Ramadhan yang diisi dialog dan serap aspirasi masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Misbakhun turut menyinggung dinamika ekonomi global yang dipengaruhi situasi geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang berdampak pada pasar energi dunia.

Menurut dia, pemerintah telah melakukan langkah antisipatif untuk memastikan ketersediaan energi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

“Pemerintah terus memastikan ketersediaan energi nasional baik bahan bakar maupun listrik tetap terjaga sehingga masyarakat tidak perlu khawatir di tengah dinamika global yang berkembang,” katanya.

Misbakhun juga menyampaikan bahwa pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyiapkan langkah untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

“Menteri ESDM Bapak Bahlil telah menyampaikan bahwa pemerintah siap menghadapi berbagai kemungkinan situasi global demi menjaga pasokan energi nasional,” ujar Misbakhun.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.