Akurat
Pemprov Sumsel

Program 3 Juta Rumah: Bekasi Siapkan Rusun Subsidi di Lippo Cikarang

Esha Tri Wahyuni | 9 Maret 2026, 09:50 WIB
Program 3 Juta Rumah: Bekasi Siapkan Rusun Subsidi di Lippo Cikarang
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait

AKURAT.CO Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyatakan dukungan terhadap pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Lippo Cikarang sebagai bagian dari Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Proyek ini ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sekaligus menjadi salah satu upaya menekan backlog perumahan nasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja menegaskan pemerintah daerah siap memfasilitasi percepatan pembangunan hunian vertikal tersebut melalui kemudahan perizinan serta dukungan teknis lain.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta menjadi kunci agar target pembangunan hunian rakyat dapat tercapai.

“Kami menyambut baik pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta ini sebagai bagian dari dukungan terhadap program prioritas nasional penyediaan 3 juta rumah bagi masyarakat,” kata Asep Surya Atmaja di Cikarang, Minggu (8/3/2026).

Baca Juga: Menteri Ara Tinjau Lahan 45 Hektare di Depok untuk Rusun MBR

Dirinya menambahkan bahwa Pemkab Bekasi berkomitmen mempercepat proses administrasi yang dibutuhkan agar proyek strategis tersebut dapat segera direalisasikan.

“Pemerintah Kabupaten Bekasi siap mendukung agar program ini dapat berjalan dengan baik sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dukungan serupa disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait. Dirinya meminta pemerintah daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten turut mempercepat realisasi pembangunan rusun bersubsidi di wilayah Bekasi.

Maruarar menegaskan target pembangunan hunian rakyat membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar dapat mencapai sasaran minimal tiga juta unit rumah per tahun sebagaimana instruksi pemerintah pusat.

“Sejauh ini sinergi kami sangat baik dan kami pastikan percepatan pembangunan ini hasil dari super team, bukan Superman,” kata Ara.

Menurutnya, rencana pembangunan rusun subsidi di kawasan tersebut telah melalui proses panjang, termasuk memastikan kepastian hukum bagi pengembang, perbankan, serta masyarakat calon pembeli.

“Proses ini tidak hanya terjadi hari ini. Saya sudah beberapa kali datang ke lokasi ini untuk memastikan berbagai hal, terutama kepastian hukum bagi publik, perbankan, pengembang serta masyarakat calon konsumen,” ujar dia.

Baca Juga: Bahas Rusun Subsidi Meikarta, Menteri PKP Maruarar Sirait Datangi KPK

Maruarar menekankan bahwa kepastian hukum menjadi faktor krusial dalam proyek hunian subsidi. Tanpa kepastian regulasi dan legalitas lahan, masyarakat cenderung ragu untuk membeli rumah bersubsidi yang ditawarkan pemerintah.

Sebagai informasi, program 3 Juta Rumah merupakan salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi kekurangan hunian di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian PUPR dan Badan Pusat Statistik (BPS), backlog perumahan nasional masih berada pada kisaran 12 juta unit rumah.

Backlog tersebut mencerminkan jumlah rumah tangga yang belum memiliki rumah layak huni atau masih menempati hunian tidak memadai. Keterbatasan lahan di wilayah perkotaan menjadi salah satu alasan pemerintah mulai mendorong pembangunan hunian vertikal seperti rumah susun.

Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan rusun subsidi juga menjadi strategi pemerintah untuk menyediakan hunian di kawasan industri dan perkotaan dengan harga yang lebih terjangkau bagi pekerja berpenghasilan rendah.

Lahan 30 Hektare, Target 140 Ribu Unit Hunian

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas Perumahan sekaligus Utusan Khusus Presiden RI Hashim Djojohadikusumo menyebut pembangunan rusun subsidi di kawasan Lippo Cikarang sebagai momentum penting dalam penyediaan hunian rakyat.

Menurut Hashim, proyek ini juga mendapat dukungan dari sektor swasta yang menyediakan lahan luas untuk pembangunan hunian masyarakat.

“Pada Bulan Ramadhan ini kita menyaksikan momentum yang sangat baik. Saya kira tidak berlebihan jika kegiatan hari ini disebut sebagai peristiwa yang bersejarah,” kata Hashim.

Hasim menjelaskan bahwa pihak swasta telah menyerahkan lahan seluas lebih dari 30 hektare untuk dimanfaatkan sebagai kawasan hunian bagi masyarakat yang belum memiliki rumah.

“Lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun hunian yang diperuntukkan bagi masyarakat yang belum memiliki rumah. Dari kawasan ini diharapkan dapat terbangun hingga sekitar 140 ribu unit apartemen bagi masyarakat,” ujarnya.

Jika terealisasi sesuai rencana, proyek rusun subsidi di kawasan Lippo Cikarang berpotensi menjadi salah satu kawasan hunian vertikal terbesar di wilayah industri Bekasi. Kawasan Cikarang sendiri merupakan salah satu pusat industri terbesar di Indonesia dengan ratusan perusahaan manufaktur dan jutaan pekerja.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Bekasi, wilayah ini menampung lebih dari dua juta pekerja dari berbagai sektor industri. Tingginya mobilitas tenaga kerja membuat kebutuhan hunian terjangkau di sekitar kawasan industri terus meningkat.

Pembangunan rusun subsidi di area tersebut diharapkan dapat mendekatkan tempat tinggal pekerja dengan lokasi kerja, sekaligus mengurangi beban transportasi harian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.