Akurat
Pemprov Sumsel

Jelang Mudik Lebaran 2026, Jasa Marga Perbaiki 92 Titik Tol Jakarta–Tangerang

Esha Tri Wahyuni | 15 Maret 2026, 08:50 WIB
Jelang Mudik Lebaran 2026, Jasa Marga Perbaiki 92 Titik Tol Jakarta–Tangerang
ilustrasi Ruas Tol Jakarta-Tangerang

AKURAT.CO PT Jasa Marga melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) Regional Division mempercepat perbaikan 92 titik kerusakan jalan di Ruas Tol Jakarta–Tangerang menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas selama periode mobilitas tinggi masyarakat.

Senior General Manager JMT, Widiyatmiko Nursejati mengatakan, proses pemeliharaan jalan dilakukan secara bertahap dengan mengerahkan beberapa tim teknis di lapangan. Upaya tersebut difokuskan pada titik-titik yang mengalami kerusakan perkerasan jalan.

“Kami terus mengoptimalkan upaya perbaikan melalui pengerahan beberapa tim pemeliharaan yang bekerja secara bertahap di sejumlah titik,” kata Widiyatmiko dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (15/3/2026).

Baca Juga: Mudik Gratis Jasa Marga 2026

Dirinya menjelaskan, saat ini Jasa Marga menurunkan tiga tim rekonstruksi yang masing-masing beranggotakan 15 personel, satu tim Scrapping, Filling, and Overlay (SFO) beranggotakan 10 personel, serta enam tim patching yang masing-masing terdiri dari lima personel.

Menurutnya, percepatan pekerjaan ini menjadi penting karena kondisi perkerasan jalan dalam beberapa waktu terakhir menghadapi tekanan dari curah hujan tinggi di wilayah Jabodetabek serta tingginya volume kendaraan berat yang melintas di jalur tersebut.

“Curah hujan yang tinggi dapat mempengaruhi daya dukung lapisan perkerasan. Selain itu, kendaraan berat termasuk yang bermuatan berlebih memberi beban berulang pada struktur jalan sehingga mempercepat kerusakan,” ujarnya.

Perbaikan saat ini diprioritaskan pada KM 8 hingga KM 26 yang menjadi salah satu segmen dengan intensitas lalu lintas tinggi. Sejumlah titik yang sudah ditangani sejak 11 Maret 2026 antara lain di KM 26+500 hingga KM 26+400 arah B lajur 2, KM 25+600 hingga KM 25+300 arah B lajur 3, serta KM 11+000 hingga KM 10+900 arah B lajur 2.

Selain itu, perbaikan juga dilakukan di beberapa titik lain seperti KM 12+100 hingga KM 12+400 arah A lajur 2, KM 21+610 hingga KM 21+750 arah A lajur 2, dan KM 25+050 hingga KM 25+400 arah A lajur 3.

Widiyatmiko menambahkan pekerjaan pemeliharaan jalan dengan metode patching juga dilakukan pada 92 titik yang tersebar di dua arah lalu lintas. Sebanyak 49 titik berada di Jalur A pada rentang KM 2+100 hingga KM 26+300, sedangkan 43 titik lainnya berada di Jalur B pada KM 1+700 hingga KM 23+150.

Baca Juga: Libur Imlek 2026, Jasa Marga Prediksi 1,6 Juta Kendaraan Lintasi Tol Jabotabek

Untuk meminimalkan gangguan lalu lintas, pekerjaan dilakukan pada malam hari.

“Pekerjaan dilaksanakan pada pukul 22.00 WIB hingga 04.30 WIB agar tidak mengganggu arus kendaraan,” jelasnya.

Sebagai informasi, Ruas Tol Jakarta–Tangerang merupakan salah satu jalur utama yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah Banten dan akses menuju Tol Trans Jawa melalui jaringan tol di Jabodetabek. Jalan tol ini juga menjadi koridor penting bagi kendaraan logistik maupun kendaraan pribadi.

Data Kementerian Perhubungan menunjukkan mobilitas kendaraan saat periode Lebaran biasanya meningkat signifikan. Pada masa mudik 2025, Kementerian Perhubungan mencatat lebih dari 193 juta pergerakan masyarakat selama periode Lebaran secara nasional. Sementara Jasa Marga memperkirakan lonjakan volume kendaraan di ruas tol Jabodetabek dapat meningkat 30–40% dibandingkan hari normal saat puncak arus mudik.

Dengan peningkatan mobilitas tersebut, kondisi infrastruktur jalan tol menjadi faktor krusial untuk menjaga keselamatan perjalanan.

Widiyatmiko menyebut pekerjaan rekonstruksi permanen dan metode SFO ditargetkan rampung sebelum 15 Maret 2026, menyesuaikan dengan periode menjelang puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.

“Pekerjaan perbaikan permanen masih dapat dilaksanakan hingga 15 Maret 2026 dengan mempertimbangkan sudah mendekati masa puncak arus mudik,” katanya.

Setelah periode tersebut, penanganan jalan lebih difokuskan pada perbaikan cepat melalui tim khusus.

“Penanganan sementara seperti patching tetap dapat dilanjutkan selama periode arus mudik dan balik melalui tim sapu lubang yang secara rutin melakukan penyisiran di sepanjang ruas tol,” ujar Widiyatmiko.

Jasa Marga juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan atas potensi ketidaknyamanan selama proses perbaikan berlangsung. Perusahaan memastikan pekerjaan tetap dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas.

“Jasa Marga memastikan proses perbaikan perkerasan jalan akan terus dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi lalu lintas agar pelayanan kepada pengguna jalan tetap berjalan dengan baik,” kata dia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.