HK Rampungkan Hunian Senen, 324 Unit Siap Tampung Warga Relokasi

AKURAT.CO Pemerintah memastikan Hunian Senen di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, siap dimanfaatkan sebagai tempat tinggal bagi warga yang direlokasi dari kawasan bantaran rel kereta api di wilayah Senen.
Proyek yang dibangun oleh PT Hutama Karya (Persero) tersebut menyediakan 324 unit hunian lengkap dengan berbagai fasilitas penunjang dan pada tahap awal penghuni tidak dikenakan biaya hunian maupun biaya utilitas.
Kesiapan hunian tersebut ditinjau langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait bersama Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria dan Menteri Koperasi, Ferry Juliantono.
Baca Juga: Tutup Tahun 2023, Hutama Karya Kantongi 5 Kontrak Senilai Rp4 Triliun
"Hunian ini sudah siap. Namun yang tidak kalah penting adalah memastikan bahwa penghuni yang menempati hunian ini benar-benar sesuai dengan tujuan awal, yaitu warga yang direlokasi dari bantaran rel kereta api di kawasan Senen," kata Menteri PKP Maruarar Sirait dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).
Hunian Senen dibangun di atas lahan seluas 1,61 hektare dengan status Hak Guna Bangunan (HGB) milik PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports).
Kawasan tersebut dilengkapi fasilitas pendukung seperti toilet, mushola, dapur umum, ruang komunal, taman bermain anak, dan area parkir untuk menunjang aktivitas penghuni.
Data proyek menunjukkan pembangunan Hunian Senen dimulai pada 3 April 2026 dan berhasil diselesaikan sebelum target yang ditetapkan pada 15 Juni 2026.
Percepatan penyelesaian proyek dalam waktu sekitar dua bulan itu menjadi salah satu contoh kolaborasi lintas kementerian, BUMN, dan pemangku kepentingan dalam mendukung program penataan kawasan perkotaan.
Maruarar menilai percepatan pembangunan tersebut menjadi bukti sinergi antarinstansi dalam menghadirkan solusi hunian bagi masyarakat terdampak penataan kawasan.
"Oleh karena itu, program relokasi tidak hanya berfokus pada penyediaan bangunan fisik, tetapi juga memastikan warga memperoleh lingkungan tinggal yang layak dan mendukung peningkatan kualitas hidup," paparnya.
Senada dengan Ara, Plt Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani menegaskan bahwa penyelesaian Hunian Senen merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap program pemerintah dalam menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat sekaligus mendukung penataan kawasan perkotaan.
"Melalui kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan, pembangunan Hunian Senen dapat diselesaikan dengan tetap mengedepankan aspek mutu dan keselamatan kerja. Kami berharap hunian ini dapat menjadi lingkungan tinggal yang nyaman serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Hamdani.
Meskipun begitu, pemerintah akan terus melanjutkan proses pemanfaatan hunian dan memastikan pengelolaan kawasan berjalan optimal.
"Diharapkan hunian baru untuk warga bantaran rel Senen ini tidak hanya menjadi solusi relokasi saja, akan tetapi bisa menjadi model penataan bagi permukiman perkotaan yang mengedepankan aspek sosial, ekonomi, dan kualitas hidup masyarakat," ucap Menteri Ara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








