Akurat Logo

Pecah Rekor, Akad Massal 62.000 Rumah Subsidi Bakal Digelar di Batang

Esha Tri Wahyuni | 28 Juli 2026, 08:54 WIB
Pecah Rekor, Akad Massal 62.000 Rumah Subsidi Bakal Digelar di Batang
Menteri PKP, Maruarar Sirait

AKURAT.CO Pemerintah kembali mencatatkan tonggak baru dalam penyaluran rumah subsidi. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menargetkan pelaksanaan akad kredit massal sedikitnya 62.000 rumah subsidi pada 30 Juli 2026 di Batang, Jawa Tengah.

Jumlah tersebut menjadi yang terbesar sejak program akad massal rumah subsidi dilaksanakan dan melampaui dua agenda sebelumnya yang digelar di Bogor maupun Serang.

Menteri PKP, Maruarar Sirait mengatakan, pemerintah telah mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri agenda tersebut.

Baca Juga: Mediasi Sengketa LRT City antara ADHI dan Konsumen, Kementerian PKP Siapkan Langkah Ini

"Tahun lalu kita buat di Bogor akad 26.000 rumah subsidi. Yang kedua di Serang sebanyak 50.030 rumah subsidi dengan skema FLPP. Yang ketiga di Batang minimal 62.000 rumah akan diakadkan," kata Maruarar usai pertemuan dengan manajemen BRI di Jakarta, Senin Malam (27/7/2026).

Ara mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari BP Tapera, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), perbankan, pengembang, pemerintah daerah hingga Badan Pusat Statistik (BPS).

"Terima kasih kepada seluruh ekosistem, Tapera, SMF, perbankan, developer, pemerintah daerah, Kemendagri, dan BPS yang membantu sehingga acara ketiga ini bisa terlaksana," ujarnya.

Maruarar memastikan seluruh calon penerima rumah telah melalui proses verifikasi secara rinci sebelum akad dilakukan.

"Saya sudah cek, 62.000 rumah sudah dicek by name by address. Banknya jelas, alamatnya jelas, tenornya jelas, pekerjaannya juga sudah tercatat. Ada guru dan berbagai profesi lainnya. Semua sudah diverifikasi satu per satu," katanya.

Menurut Ara, proses validasi tersebut dilakukan agar penyaluran rumah subsidi tepat sasaran sekaligus meminimalkan potensi kesalahan administrasi.

Selain akad rumah subsidi, pemerintah juga akan memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat ekosistem pembiayaan sektor perumahan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.

Program tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan rumah dari sisi pasokan maupun pembiayaan.

Maruarar menilai kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor utama keberhasilan program perumahan nasional.

"Ekosistem perumahan itu terdiri dari perbankan, pengembang, Tapera, SMF, pemerintah daerah, kementerian terkait sampai masyarakat sebagai konsumen. Semuanya harus berjalan bersama," ujarnya.

Ara optimistis agenda di Batang akan kembali mencetak sejarah sebagai akad rumah subsidi terbesar yang pernah dilaksanakan pemerintah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.