Akurat
Pemprov Sumsel

Usai AdaKami, Kini Giliran Kredivo Yang Viral Soal Penagihan Oleh Debt Collector

Rahma Maulidia | 26 Oktober 2023, 10:10 WIB
Usai AdaKami, Kini Giliran Kredivo Yang Viral Soal Penagihan Oleh Debt Collector

AKURAT.CO Kredivo belakangan ini menjadi topik perbincangan usai beredar sebuah video yang memperlihatkan perilaku debt collector. Dalam video tersebut menunjukkan upaya penagihan secara paksa hingga mengancam akan membunuh pengguna.

Kredivo sendiri adalah sebuah platform pinjaman digital yang telah diimplementasikan melalui aplikasi. Dengan kata lain, Kredivo memberikan fasilitas kredit instan dengan memanfaatkan konsep Buy Now Pay Later (BNPL). Hal ini memungkinkan penggunanya untuk berbelanja tanpa harus membayar secara langsung.

Mengutip beberapa sumber, Kamis (26/10/2023), diketahui bahwa pengguna juga mengaku telah dipaksa untuk membuat video pernyataan yang berisi kalau malam itu nasabah tak bisa membayar sesuai nominal yang ditagih, maka debt collector akan memaksa gadai aset.

Baca Juga: VIral! Debt Collector Ancam Bunuh Nasabah, Ini Laporan Hasil Investigasi Lanjutan Kredivo Terbaru

Melalui akun X @PartaiSocmed, ia telah membagikan postingan mengenai perilaku yang dari debt collector Kredivo yang mendatangi rumah pengguna pada tengah malam.

“Wow!! Mendatangi pengguna di tengah malam, mengancam pembunuhan dan memaksa melepaskan aset untuk pinjaman tanpa jaminan disebut sebagai praktik standar @kredivo. Dan karena pihak-pihak lainnya tidak protes, Kredivo menganggap kasus ini tidak terjadi. @ojkindonesia apakah akan diam saja?” tulis @PartaiSocmed.

Postingan tersebut telah menjadi viral di platform X karena ditonton oleh lebih dari 700 orang. Hal ini tentu menimbulkan berbagai kritik warganet atas tindakan debt collector Kredivo.

Penjelasan Kredivo

Pihak Kredivo telah melakukan investigasi menyeluruh terkait kejadian debt collector ini. Melalui akun resmi X miliknya, Kredivo kemudian mengumumkan hasil temuannya sebagai berikut:

  1. Ada empat kolektor yang terlibat dalam situasi ini. Hal ini dikarenakan ada dua pengguna yang terlambat membayar dalam satu rumah tangga. Mengirim dua kolektor untuk menagih satu pengguna merupakan praktik standar industri

  2. Tiga dari empat kolektor sudah bersertifikat SSPI, satu orang adalah trainee yang menjadi pengamat

  3. Kolektor yang sudah bersertifikat memiliki pengalaman lebih dari 16.000 kunjungan kepada pengguna Kredivo dan tidak ada keluhan yang tercatat atas nama mereka, sehingga tuduhan atas ancaman terhadap konsumen yang dilayangkan tidak dapat dijustifikasi

  4. Kredivo tetap berkomitmen untuk mematuhi hukum terkait data pribadi konsumen sehingga tidak bisa memberikan informasi terkait rekam jejak pengguna yang membuat kolektor lapangan perlu mengambil langkah-langkah yang lebih tegas.

Masalah debt collector yang menagih utang dengan cara tidak etis akan terus diinvestigasi oleh Kredivo. Kemudian, pihaknya menyimpulkan bahwa narasi yang diberitakan dalam video tidak sesuai dengan data-data yang berhasil dikumpulkan.

Lebih lanjut, pihak Kredivo mengatakan tidak akan menoleransi perilaku penagihan apapun di luar kode etik Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.