CIMB Niaga Dukung Pemerintah Atasi Perubahan Iklim Lewat Pembiayaan Berkelanjutan

AKURAT.CO Semua perbankan di Indonesia berlomba-lomba untuk mewujudkan program pemerintah terkait pembiayaan sektor ekonomi berkelanjutan yang sejalan dengan pilar Environment, Social, dan Governance (ESG). Salah satu bank tersebut yakni PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA).
Per Juni 2023, CIMB Niaga telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan, termasuk pembiayaan UMKM, sebesar Rp 51,50 triliun atau setara dengan 25 persen dari total pembiayaan bank. Total porsi pembiayaan hijau sebesar Rp32,51 triliun atau setara dengan hampir 16 persen dari total pembiayaan bank.
Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan menjelaskan, CIMB serius mendukung pemerintah untuk mengatasi perubahan iklim, mengupayakan pembangunan berkelanjutan, serta menurunkan emisi gas rumah kaca hingga mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060.
“CIMB Niaga merupakan salah satu emerging banking yang komitmen mencapai net zero organization. Hal itu dilakukan dengan inisiatif membangun ekosistem berkelanjutan," kata Lani dalam acara The Cooler Earth Sustainability Summit yang digelar di Jakarta pada September 2023, dikutip dalam keterangan persnya, Minggu (5/11/2023).
Baca Juga: Transaksi Via Kantor Cabang CIMB Niaga (BNGA) Di Kuartal III-2023 Cuma Tersisa 3 Persen
The Cooler Earth Sustainability Summit yang digelar pada September 2023 merupakan bagian dari rangkaian The Cooler Earth Sustainability Summit yang diinisiasi oleh CIMB Group dan digelar serentak di Malaysia, Indonesia, Singapura, Thailand, dan Kamboja.
Sejak 2019, The Cooler Earth Sustainability Summit hadir sebagai misi CIMB Niaga untuk memobilisasi komitmen dan tindakan kolektif untuk membentuk masyarakat yang bertanggung jawab dan planet yang lebih layak huni.
"CIMB Niaga bakal lebih berfokus pada langkah yang perlu diambil untuk memanfaatkan isu-isu berkelanjutan dalam menjalankan bisnis, mengatasi tantangannya, sekaligus menangkap peluang baru,” kata Lani.
Sementara itu, Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga, Fransiska Oei mengatakan, CIMB akan terus mendorong penerapan model bisnis berkelanjutan dan investasi hijau oleh pelaku usaha di Indonesia.
Sebab, implementasi sustainability tidak dapat hanya dilakukan oleh perbankan saja.
"Namun harus melibatkan semua pihak untuk berkolaborasi, sehinga semakin banyak yang menerapkan bisnis berkelanjutan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik,” ujar Fransiska.
Baca Juga: Antusiasnya Warga Bone Ikuti Lomba Layang-Layang yang Diselenggarakan Gerakan Passeddingeng
CIMB Diapresiasi
Peneliti dari Center of Reform on Economic (CORE), Yusuf Rendy Manilet, mengatakan, inisiatif CIMB Niaga mendorong terciptanya ESG Investment patut diapresiasi.
Dampak dari upaya perbankan dalam pembiayaan hijau sudah mulai terlihat, terutama dalam sektor energi baru terbarukan (EBT) dan pertanian berkelanjutan. Ini membantu mengurangi dampak lingkungan dan menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan.
“Dalam pandangan saya, inisiatif ini (pembiayaan hijau) sangat penting dan perlu diapresiasi,” kata Yusuf kepada Akurat.co.
Kata Yusuf, perbankan di Indonesia sudah mulai menerapkan ESG Investment sejak 2009. Langkah itu didukung dengan dimasukkannya kriteria ESG Investment dalam laporan keuangan perbankan. Walaupun pada kenyataanya belum semua perbankan di Indonesia menerapkan ESG Investment.
Beberapa bank seperti CIMB Niaga sudah berupaya untuk menjadi "sustainability champion" dan fokus pada pembiayaan berwawasan lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) atau ESG Investment.
Namun sayang seribu sayang, implementasi ESG Investment pada perusahaan-perusahaan di Indonesia, terutama di dunia perbankan pelat merah belum banyak diterapkan. Hanya beberapa bank milik BUMN saja yang menerapkan ESG Investment.
Adapun, untuk mendukung terciptanya ESG lebih lanjut, perbankan di Indonesia dapat melakukan beberapa hal.
Pertama, mereka wajib secara berkala mengembangkan produk dan layanan yang berfokus pada ESG, seperti pembiayaan untuk proyek-proyek ramah lingkungan dan sosial.
Kedua, lanjut Yusuf, perbankan dapat meningkatkan transparansi dalam pelaporan ESG mereka. Dengan begitu, para pemangku kepentingan dapat memahami dampak yang telah dicapai.
Ketiga, menjalin kemitraan dengan perusahaan-perusahaan yang berfokus pada proyek-proyek berkelanjutan untuk memperluas portofolio pembiayaan hijau.
“Selain itu, perlu melakukan pengukuran estimasi pengaruh ESG Investment terhadap dunia perbankan secara ilmiah untuk mengetahui dampaknya secara lebih jelas,” ujarnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










