Bunga Harian Pinjol Konsumtif Turun Jadi 0,3 Persen Per 1 Januari 2024, Begini Strategi Bisnis AdaKami

AKURAT.CO PT Pembiayaan Digital Indonesia atau AdaKami mengaku bakal melakukan banyak strategi bisnis menyusul keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menurunkan bunga harian pinjaman online konsumtif secara bertahap sebesar 1% per tahun hingga 2026 mendatang.
Artinya, bunga harian pinjol konsumtif yang saat ini berkisar 0,4% per hari bakal turun menjadi 0,3% per hari mulai 2024, 0,2% per hari di 2025 dan menjadi 0,1% per hari di 2026. Searah, bunga pinjol produktif juga bakal berangsur turun dari saat ini yang masih di atas 1% per hari menjadi 1% per hari di 2024 dan 2025 kemudian menjadi 0,0,67% di 2026.
CEO AdaKami, Bernadino M. Vega Jr mengatakan menatap kebijakan terbaru dari regulator, pihaknya akan lebih fokus pada prudency atau kualitas penyaluran pinjaman. Pihaknya pun mematok target pertumbuhan penyaluran pinjaman konservatif sebesar Rp12 triliun sepanjang tahun 2024, relatif tidak banyak bergerak dari tahun 2023 yang ditaksir mencapai Rp12,7 triliun.
Baca Juga: Ada Peluang Pembiayaan Rp700 T Per Tahun, AdaKami Genjot Inklusi Dan Literasi Keuangan Masyarakat
"Kami akan lebih ketat ya, cost akan lebih rendah kita pangkas biaya-biaya yang enggak perlu seperti promosi kita kurangi. Harus lebih jeli ya menyikapi penuruan bunga ini yang pasti cost structure kita sesuaikan. Underwriting process kita bikin semakin efisien, kemudian dari sisi prudency juga kita tingkatkan makanya ada komisaris independen juga," kata Bernadino di Jakarta, Selasa (28/11/2023).
Ditambahkan, target Rp12 trilun tersebut melihat peluang yang masih ada termasuk prospek pertumbuhan ekonomi yang masih terus tumbuh. Harapannya pesta demokrasi atau pemilu tahun depan berjalan mulus sehingga tidak ada gangguan.
"Tahun politik sih kita melihatnya biasa saja. Kegiatan ekonomi dilihat dari data disbursement dan customer acquistion masih aman," imbuh Bernadino.
Terkait pinjaman produktif, kredit mikro yang disalurkan AdaKami sendiri sebagian besar atau 40% hingga 50% sudah dinikmati para pelaku usaha dengan ticket size kecil termasuk pedagang martabak dan pemilik warung untuk modal kerja mereka.
Selain itu, meski saat ini AdaKami belum menjadi pemain pinjaman online konsumtif dan produktif terbesar di pasar seperti Shopee Pay misalnya, perusahaan tidak akan ngoyo dan akan tetap fokus pada prudency atau kualitas pinjaman.
"Saya kira pemain terbesar nomor 1 atau 2 juga tidak terlalu besar perbedaan penyaluran pinjamannya ya secraa nominal, bagi kami yang terpenting kualitas pinjaman kita bagus, prudent yang utama lah," kata Bernadino.
Tambahan informasi, sepanjang Agustus 2023 lalu AdaKami menyalurkan pinjaman hingga Rp1,3 triliun, menjadikannya sebagai pemain pinjaman online terbesar ketiga setelah Shopee Pay sebesar Rp4,43 triliun dan EasyCash sebesar Rp1,7 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










