Akurat
Pemprov Sumsel

Pimpin Diskusi Tingkat Tinggi di COP28, Menkeu Dorong Akselerasi Pendanaan Transisi Energi

M. Rahman | 6 Desember 2023, 22:48 WIB
Pimpin Diskusi Tingkat Tinggi di COP28, Menkeu Dorong Akselerasi Pendanaan Transisi Energi

AKURAT.CO Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bersama Menteri Keuangan Persatuan Emirat Arab, Mohamed bin Hadi Al Hussaini memimpin diskusi tingkat tinggi pada forum Finance Ministers High Level Roundtable di Dubai pada Senin, 4 Desember 2023 waktu setempat.

Diskusi tersebut juga diikuti oleh menteri keuangan dari negara lain yang turut hadir pada Coalition of Finance Ministers for Climate Action (CFMCA) dalam rangkaian kegiatan United Nations FCCC Conference of the Parties atau COP28 tahun ini termasuk Menteri Keuangan sekaligus Wakil Perdana Menteri Belanda, Sigrid Kaag.

Sri Mulyani mengatakan diskusi membahas beberapa hal, utamanya terkait bagaimana mereka dapat mengakselerasi dan meningkatkan skala keuangan iklim. Beragamnya pengalaman serta pemahaman mereka tentu akan sangat berguna dalam menjawab tantangan ini.

Baca Juga: ICAEW Sebut Potensi Indonesia Perkuat Climate Finance Sangat Tinggi

Menkeu menekankan memerlukan strategi yang jelas dalam mengatasi permasalahan perubahan iklim ini, termasuk mengestimasi pembiayaan dalam membiayai pengurangan emisi karbon.

Langkah berikutnya menurut Menkeu adalah kebijakan serta regulasi strategi terkait iklim tersebut. Menurut Menkeu, hal ini penting bagi Indonesia karena Indonesia memiliki begitu banyak keragaman hayati. 

“Melindungi hutan kita yang begitu luas menjadi salah satu fokusnya. Perlu adanya insentif untuk mencegah terjadinya deforestasi tersebut,” kata Menkeu dikutip Rabu (6/12/2023).

Jika berbicara mengenai kebijakan, Menkeu juga menekankan mengenai taksonomi. Kini, Indonesia memiliki pasar yang mulai menjual karbon. Dalam ASEAN sendiri terjadi diskusi bagaimana taksonomi ini dapat membantu membiayai agenda-agenda terkait perubahan iklim ini.

Topik diskusi berikutnya terkait banyaknya pembahasan lain yang mengisi ruang diskusi forum tersebut, mulai dari kerja sama dengan sektor swasta, sektor transportasi (termasuk ekosistem kendaraan listrik), dan beragam topik lain. Mobilisasi pendanaan sektor publik dan swasta untuk climate finance dirasa makin penting saat ini.

“Pembahasan seperti ini menjadi begitu penting untuk merealisasikan upaya bersama dunia dalam mengatasi beragam permasalahan bersama. Termasuk terkait perubahan iklim yang kita semua sedang hadapi,” imbuh Menkeu.

Dalam diskusi tersebut, Menkeu juga menyampaikan bahwa upaya transisi energi Indonesia diwujudkan melalui energy transition mechanism yang telah diperkenalkan pada forum G20 lalu.

“Saya pun sampaikan Indonesia menangani iklim dengan menggunakan instrumen green bonds, penerapan pasar karbon dan pajak karbon, serta adanya taksonomi hijau sebagai katalisator investasi sektor swasta," kata Menkeu.

Tambahan informasi, diskusi berlangsung dengan latar belakang Global Stocktake (GST) perdana, yang dirancang untuk mengevaluasi komitmen negara-negara terkait Nationally Determined Contribution (NDC), sekaligus mengevaluasi konsistensinya dengan tujuan Paris Agreement.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa