Beli Bahan Baku, Pindo Deli (PIDL) Tawarkan 3 Seri Sukuk Mudharabah Senilai Rp1 Triliun

AKURAT.CO Emiten produsen kertas milik Grup Sinar Mas, PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills (PIDL) menawarkan tiga seri sukuk mudharabah senilai total Rp1 triliun, dimana masa penawaran umum dimulai besok, Jumat, 29 Desember 2023 dengan tanggal pencatatan di BEI pada 4 Januari 2024.
Adapun sukuk tersebut ditawarkan dalam tiga seri, yakni Seri A senilai Rp450,98 miliar bertenor 370 hari dengan kisaran imbal hasil 7,75% - 8,25%. Lalu Seri B senilai Rp447,52 miliar bertenor 3 tahun dengan kisaran imbal hasil 10,50% - 10,75% serta Seri C senilai Rp3,19 miliar bertenor 5 tahun dengan kisaran imbal hasil 11% - 11,25%.
Dalam prospektus perseroan, disebutkan sisa dari dana sukuk mudharabah yang ditawarkan sebanyak-banyaknya sebesar Rp98,305 miliar akan dijamin secara kesanggupan terbaik (best effort).
Baca Juga: Ditopang Sukuk Global dan Penarikan Utang Pemerintah, Cadev November 2023 Naik USD5 Miliar
Bila jumlah dalam kesanggupan terbaik (best effort) tidak terjual sebagian atau seluruhnya, maka atas sisa yang tidak terjual tersebut tidak menjadi kewajiban Perseroan untuk menerbitkan sukuk mudharabah tersebut.
"Pendapatan bagi hasil sukuk mudharabah dibayarkan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran pendapatan bagi hasil sukuk mudharabah," tulis prospektus perseroan dikutip Kamis (28/12/2023).
Dengan demikian pembayaran pendapatan bagi hasil sukuk mudharabah pertama akan dilakukan pada tanggal 3 April 2024, sedangkan pembayaran pendapatan bagi hasil terakhir sekaligus jatuh tempo masing-masing seri sukuk mudharabah adalah pada tanggal 13 Januari 2025 untuk Seri A, 3 Januari 2027 untuk Seri B dan 3 Januari 2029 untuk Seri C.
Sukuk ini telah mendapatkan pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dan PT Kredit Rating Indonesia (KRI) masing-masing single A dan double A minus.
Adapun dana yang diperoleh dari hasil emisi sukuk beserta obligasi senilai Rp3 triliun, setelah dikurangi biaya emisi, bakal digunakan perseroan 40% di antaranya untuk pembayaran utang kepada kreditur yang tidak terafiliasi berupa pokok pinjaman, angsuran pokok pinjaman dan/atau bunga.
"Sisanya akan dipergunakan untuk modal kerja yang terdiri antara lain adalah pembelian bahan baku, bahan pembantu produksi, energi dan bahan bakar, barang kemasan serta biaya overhead," imbuh prospektus perseroan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








