Akurat
Pemprov Sumsel

Kaleidoskop Pasar Modal 2023: Pecah Rekor Jumlah IPO, Bursa Karbon hingga Normalisasi Jam Perdagangan

M. Rahman | 29 Desember 2023, 16:02 WIB
Kaleidoskop Pasar Modal 2023: Pecah Rekor Jumlah IPO, Bursa Karbon hingga Normalisasi Jam Perdagangan

AKURAT.CO Tahun 2023 menandai berbagai capaian positif pasar modal Indonesia di tengah berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik global maupun domestik.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 28 Desember 2023 yang ditutup pada level 7.280,16 atau meningkat 6,27% dari penutupan perdagangan tahun 2022 yang sebesar 6.850,62. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) tercatat berada pada posisi Rp10,75 triliun, diikuti dengan volume transaksi harian di angka 19,8 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi harian mencapai 1,2 juta kali.

Terdapat rekor baru dari sisi kapitalisasi pasar tertinggi sepanjang sejarah, yakni mencapai angka Rp11.762 triliun pada 28 Desember 2023. Rekor baru lain juga tercatat dari sisi volume transaksi harian tertinggi sepanjang sejarah, yakni sebesar 89 miliar lembar saham pada 31 Mei 2023.

Baca Juga: Outlook Pasar Modal 2024: Menadah Prospek Harga Komoditas Yang Membaik

Tahun 2023, Bursa efek Indonesia sebagai otoritas pasar memberlakukan sejumlah kebijakan yang mendukung tumbuh kembang industri. Di antaranya normalisasi jam Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) dan pelaporan melalui Sistem Penerima Laporan Transaksi Efek (PLTE) pada 14 Agustus 2023.

BEI juga menormalisasi jam perdagangan Efek Bersifat Ekuitas seiring dengan kembalinya aktivitas masyarakat pasca pandemi pada 3 April 2023, serta normalisasi batas Auto Rejection Bawah (ARB) secara bertahap dimana tahap 1 pada 5 Juni dan 4 September 2023.

BEI turut meluncurkan produk dan layanan baru, seperti peluncuran Indeks Papan Akselerasi pada 31 Mei 2023 yang merupakan papan pencatatan yang disediakan untuk mencatatkan saham dari emiten dengan aset skala kecil atau menengah.

Kemudian, meluncuran Papan Pemantauan Khusus Hybrid pada 12 Juni 2023, dan peluncuran New IDX Mobile pada 13 Juli 2023. Selanjutnya, terdapat pula peluncuran New PLTE, Mofids & Daily Watching (DW) pada 31 Juli 2023, serta peluncuran kampanye “Aku Investor Saham” pada 10 Agustus 2023.

Selanjutnya normalisasi batas Auto Rejection Bawah (ARB) tahap 2 pada 4 September 2023. BEI juga telah mendapatkan penilaian ESG Risk Rating oleh Sustainalytics dengan nilai sebesar 16,9 yang termasuk kategori “Low Risk” pada 12 September 2023. Sebagai upaya untuk menambah alternatif acuan investasi subsektor bank, BEI dan PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) meluncurkan Indeks IDX-PEFINDO Prime Bank pada 4 Oktober 2023.

Selain itu, BEI pun meluncurkan IDX Carbon atau bursa karbon, yang diresmikan pada 26 September 2023 oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Menilik transaksi pada perdagangan IDXCarbon, hingga 28 Desember 2023 telah terdapat lebih dari 1,7 juta tCO2e carbon credit tercatat dan total volume 494.254 tCO2e telah diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp30,91 miliar dan 46 registered users.

Dengan berbagai dukungan kebijakan tersebut, berikut daftar capaian industri pasar modal di tahun 2023.

Jumlah IPO Tertinggi

Sepanjang 2023, pencatatan efek baru di BEI meliputi 79 saham, 120 emisi obligasi, 3 ETF, 2 EBA-SP, dan 182 waran terstruktur dengan total fund-raised saham sebesar Rp54,14 triliun dan obligasi sebesar Rp126,97 triliun. Penambahan pencatatan sebanyak 79 saham baru atau IPO pada tahun 2023 ini merupakan pencapaian tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia.

Dengan demikian, jumlah perusahaan tercatat saham di BEI saat ini telah melampaui angka 900, tepatnya 903 perusahaan tercatat saham. Berdasarkan laporan EY Global IPO Trends 2023, BEI menduduki peringkat ke-6 dari segi jumlah Initial Public Offering (IPO), serta peringkat ke-9 dari segi total fund-raised di antara bursa-bursa global.

BEI terus berupaya untuk menjaring calon perusahaan tercatat, seperti memberikan edukasi terkait IPO dalam bentuk seminar, coaching clinic, masterclass, one-on-one, baik di pusat atau di daerah melalui Kantor Perwakilan BEI. Dalam hal peningkatan kualitas calon perusahaan tercatat, BEI telah melakukan penyesuaian Peraturan Nomor I-A pada tahun 2021 mengenai persyaratan keuangan dan kapitalisasi pasar yang diharapkan dapat lebih mengakomodasi berbagai jenis perusahaan. Pasar modal Indonesia juga telah menyediakan sarana e-IPO guna mempermudah masyarakat luas untuk berpartisipasi sebagai investor pada proses penawaran umum perdana saham

Pertumbuhan Investor

Sepanjang tahun 2023, investor pasar modal yang terdiri dari investor saham, obligasi dan reksa dana meningkat 1,85 juta investor setara 17,95% dari 10,31 juta investor menjadi 12,16 juta investor. Khusus untuk investor saham, terdapat peningkatan 811 ribu investor saham menjadi 5,25 juta investor saham. Partisipasi investor ritel pun masih memiliki porsi transaksi tertinggi pada tahun 2023 dengan diikuti meningkatnya partisipasi dari kalangan investor institusi.

Menurut catatan Kustodian Sentral Efek Indonesia atau  KSEI, jumlah investor saham dan surat berharga lainnya mencapai 5,25 juta, reksa dana (11,40 juta), surat berharga negara atau SBN (1 juta). Sedangkan dari data demografi per 27 Desember 2023, investor pasar modal masih didominasi oleh 62,03% laki-laki, 56,41% usia di bawah 30 tahun, 31,77% pegawai (negeri, swasta dan guru), 64,19% lulusan SMA, 45,80% berpenghasilan 10-100 juta/bulan dan 67,68% berdomisili di pulau Jawa.

Peningkatan jumlah investor sejalan dengan upaya yang dilakukan melalui kegiatan sosialisasi, edukasi, sekaligus literasi kepada masyarakat. Hingga 28 Desember 2023, di seluruh Indonesia telah berlangsung lebih dari 18 ribu kegiatan sosialisasi, edukasi, sekaligus literasi pasar modal, dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 3,1 juta orang.

Penjaminan Efek

Pada tahun 2023, Kliring Penjaminan Efek Indonesia atau KPEI telah menyisihkan laba bersih Perseroan untuk dialokasikan ke cadangan jaminan sebesar 5% dari laba bersih perusahaan tahun 2022 atau senilai Rp12,7 miliar, meningkatkan performa sistem risk management versi terbaru platform aplikasi informasi layanan dan data operasional (m-CLEARS) KPEI.

Selain itu, KPEI juga menyelenggarakan acara Soft Launching untuk Fasilitas Securities Lending and Borrowing skema Bilateral, dan penyelesaian sistem Collateral Management untuk OTC Derivatif SBNT. Pada tahun ini KPEI juga mendapatkan rekognisi/pengakuan dari European Securities and Markets Authority (ESMA) sebagai Third-Country Central Counterparty (TC-CCP).

Dalam mengantisipasi kegagalan penyelesaian transaksi bursa dan mengelola risiko kredit, KPEI melakukan pengelolaan agunan Anggota Kliring (AK) serta nasabahnya, dengan total Nilai Agunan per Desember 2023 mencapai Rp32,26 triliun yang terdiri dari agunan online sebesar Rp24,45 triliun dan agunan offline sebesar Rp7,82 triliun. Sampai dengan 20 Desember 2022, total nilai Dana Jaminan tercatat senilai Rp7,74 triliun, mengalami kenaikan dibandingkan posisi akhir tahun lalu yang senilai Rp7,01 triliun. Nilai Cadangan Jaminan yang dikelola oleh KPEI pada akhir Desember 2023 mengalami kenaikan menjadi Rp194,14 miliar. 

Fokus 2024

Untuk tahun 2024, BEI memiliki tiga fokus utama, yakni Market Deepening; Investor Protection dan Regional Synergy and Connectivity. Fokus ini bertujuan untuk menumbuhkan sejumlah produk dan layanan yang kredibel bagi seluruh stakeholders dengan didukung pemanfaatan teknologi terkini, serta mampu melindungi kepentingan investor pasar modal.

Pada tahun 2024, BEI dengan dukungan seluruh stakeholders di pasar modal optimis dapat mencapai target yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2023, seperti peningkatan likuiditas perdagangan sebesar Rp12,25 triliun, 230 pencatatan efek baru, dan penambahan 2 juta investor baru. Selain itu pada tahun 2024 rencananya akan diluncurkan pula Single Stock Futures, dan Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) Repo.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa