Investasi Hampir USD80 Juta Tahun Lalu, East Ventures Bidik 3 Sektor Ini di 2024

AKURAT.CO East Ventures, salah satu perusahaan modal ventura atau Venture Capital (VC) terbesar di tanah air bakal terus membidik investasi di beberapa sektor strategis pada tahun 2024.
Di antaranya iklim (seperti transisi energi dan proyek terkait iklim), kesehatan, dan rantai pasokan. Namun demikian East Ventures akan tetap berinvestasi secara agnostik atau terbuka ke sektor lain dan tak hanya fokus pada sektor-sektor ini.
Managing Partner East Ventures, Roderick Purwana mengatakan memasuki 2024 dipastikan akan ada banyak ketidakpastian. Ketegangan geopolitik di beberapa negara dan ketidakstabilan ekonomi global menyebabkan volatilitas yang besar.
Baca Juga: McEasy Kantongi Pendanaan Seri A Senilai Rp97 Miliar dari East Ventures
"Namun kami melihat tanda-tanda positif. Kami tetap waspada, memantau dengan cermat, dan fokus pada tujuan kami terlepas dari fluktuasi eksternal. Strategi kami tetap mengidentifikasi dan berinvestasi pada founder dan peluang terbaik, terlepas dari kondisi baik atau buruk," ujar Roderick dikutip Rabu (3/1/2024).
Ditambahkan, menginjak usia ke-15 sejak berdiri tahun 2009, East Ventures menilai saat ini ekonomi digital Indonesia dengan populasi besar lebih dari 270 juta jiwa dan sebagian besar masuk dalam kategori usia produktif, telah tumbuh pesat dengan penetrasi ponsel mendekati 80%. Indonesia telah menjadi penggerak ekonomi di ASEAN dan Asia Tenggara.
"Dengan penetrasi internet Indonesia yang hampir mencapai 80 persen, kita akan melihat berakhirnya era transisi digital konsumen dan munculnya era baru yakni bonus demografi (dividen demografi) yang akan datang," imbuhnya.
Senada, Founding Partner East Ventures, Willson Cuaca mengatakan dalam 10 tahun ke depan Indonesia akan memasuki era dividen demografi dini dan akan mencapai puncaknya sekitar 20 tahun dari sekarang.
Pada saat itu, hampir 206 juta orang akan berada dalam usia produktif dan secara teoritis mampu menghidupi tanggungan mereka. Mayoritas angkatan kerja dalam 10 hingga 20 tahun ke depan adalah generasi digital yang dipimpin oleh Generasi Z dan didukung oleh generasi Milenial yang matang. Sebagian besar penduduk produktif memasuki usia dewasa. Kondisi ini memberikan peluang sekali seumur hidup untuk mengubah Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi dan mendorong munculnya peluang bisnis baru.
"Apakah generasi mendatang ini dapat mencapai visi Indonesia Emas 2045 atau menjadi beban demografi, itu tergantung pada kesiapan kita untuk bersiap dan bertindak sekarang," ujar Willson.
Diketahui, sepanjang 2023 lalu East Ventures berhasil mengucurkan investasi hampir USD80 juta dan menyelesaikan 63 deal serta menyambut 29 perusahaan portofolio baru. Investasi tersebut mengalir ke perusahaan portofolio tahap awal (seed) dan lanjutan (growth) di berbagai sektor, termasuk perusahaan pendukung e-commerce, biotech, Software as a Service (SaaS), kendaraan listrik, teknologi iklim dan sebagainya.
Di satu sisi, East Ventures sepanjang 2023 lalu juga berhasil mengumpulkan dana sebesar USD380 juta dari berbagai jenis dana mulai dari USD250 juta Growth Plus fund, USD100 juta East Ventures South Korea fund in partnership with SV Investment serta USD30 juta East Ventures Healthcare fund.
Diklaim, dari sekitar 90% startup yang berada dalam tahap lanjutan (growth stage) dalam portofolio East Ventures, 30% di antaranta berada di jalur menuju profitabilitas sementara 60% sudah menghasilkan profit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










