Fitur OVO Invest Pindah ke Aplikasi Bareksa Mulai 15 Februari 2024

AKURAT.CO Layanan investasi pengguna OVO, OVO Invest berpindah ke aplikasi Bareksa mulai 15 Februari 2024 mendatang.
Nantinya aplikasi Bareksa sebagai agen resmi penjual Reksadana OVO Invest yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengelola semua produk dan aset investasi pengguna OVO.
Pengguna OVO masih bisa melakukan transaksi pembelian dan penjualan produk investasi melalui aplikasi OVO Invest sampai dengan batas waktu atau tenggat 15 Februari 2024, maksimum pada jam 11.00 WIB.
Baca Juga: Siap Dilantik Jadi Wakil Ketua OJK, Mirza Adityaswara Resmi Mundur dari Komisaris OVO
"Bagi Anda yang tidak melakukan transaksi/atau pencairan terhadap aset investasi milik Anda sampai dengan tanggal 15 Februari 2024 maksimum pada jam 11.00 WIB, maka kami menganggap ini sebagai bentuk persetujuan Anda untuk dilaksanakannya," tulis OVO dalam surel yang diterima Akurat.co, Senin (15/1/2024).
Ditambahkan, pengguna OVO akan mendapatkan akun Bareksa yang memuat portofolio aset dan investasi milik pengguna sesuai dengan akun OVO Invest pengguna. Informasi tentang pengaktifan akun Bareksa akan dikirim melalui email yang terdaftar di aplikasi OVO.
Bagi pemilik aset sebesar Rp10.000 atau lebih untuk setiap produk, OVO akan memindahkan aset investasi produk tersebut ke Bareksa. Pengguna dapat kembali melakukan transaksi investasi dan melihat aset investasi di Bareksa pada 1 Maret 2024.
Selain itu, bagi pemilik aset kurang dari Rp10.000 untuk setiap produk, OVO akan mengembalikan aset investasi produk tersebut dalam bentuk OVO Cash maksimum pada tanggal 1 April 2024.
Diketahui, OVO dan Bareksa sama-sama pernah dipunggawai Karaniya Dharmasaputra. Karaniya yang merupakan Cofounder dan CEO Bareksa ditunjuk menjadi Presiden Direktur PT Visionet Internasional (OVO) pada Kamis 19 September 2019, menggantikan Adrian Suherman yang telah memimpin OVO selama 3 tahun.
Saat ini, Karaniya tercatat menduduki posisi Deputi Kanal Media Tim Pemenangan Nasional (TPN) paslon nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfuf MD.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








