Akurat
Pemprov Sumsel

Untung Mana Pemilu Satu Putaran atau Dua Putaran? Begini Penjelasan Ekonom DBS Research

M. Rahman | 8 Februari 2024, 09:49 WIB
Untung Mana Pemilu Satu Putaran atau Dua Putaran? Begini Penjelasan Ekonom DBS Research

AKURAT.CO Pemilu 1 putaran dinilai lebih berdampak positif ke pasar. Sementara pemilu 2 putaran dinilai lebih berdampak positif ke perekonomian. Demikian disampaikan Specialist DBS Group Research, Maynard Arif.

Menurut Maynard, pemilu satu putaran bisa memberikan sentimen positif ke pasar. Sebab, investor dapat langsung menentukan arah kebijakan usai mengetahui siapa presiden yang terpilih.

"Kalau bisa satu putaran lebih oke untuk pasar saham. Menurut kami kalau satu putaran dampaknya lebih oke secara sentimen market jadi investor bisa langsung lihat (mendapat kepastian) siapa pemimpinnya," kata Maynard kepada awak media di Menara DBS baru-baru ini.

Baca Juga: Terima Dukungan dari Alumni UKI, TKN Semakin Optimis Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran

Ditambahkan, kondisi wait and see akan semakin panjang jika pemilu berjalan dua putaran. "Jadi kalau satu putaran itu kenapa bisa positif terhadap sentimen market, itu karena ada kepastian oke siapa pemimpin berikutnya. Kalau dua putaran nunggu sampai Juni. Jadi Maret sampai Juni orang masih bimbang," tambah Maynard.
 
Maynard mengatakan secara umum reaksi investor di pasar saham cenderung netral terhadap tiga pasangan calon presiden. Untuk itu, dia memproyeksi pemilu akan berjalan damai.
 
Di satu sisi, Maynard, dampak pilpres dua putaran akan lebih besar ke perekonomian karena anggaran kampanye yang dikeluarkan, seperti kaus partai hingga spanduk. Nantinya, hal ini dapat memberikan efek domino pada perekonomian Indonesia.

"Lebih banyak kampanye-kampanye yang mungkin ada efek domino ke perekonomian kalau dua putaran, walaupun memang paslonnya lebih sedikit tapi paling enggak dua kali," katanya.

Sebelumnya Deputi Gubernur BI Aida S Budiman mengatakan pemilu 2 putaran akan berdampak lebih besar ke konsumsi yakni sekitar 0,6% terhadap konsumsi.

"Besarnya (dampak) akan lebih besar di 2024. Hitungannya tergantung apakah kita satu atau dua putaran. Kalau dua putaran mungkin dia (dampaknya) bisa sekitar 0,6 persen terhadap konsumsi," ujarnya.

Konsumsi tersebut termasuk belanja untuk atribut kampanye semisal baju, topi, syal, jaket dan lain sebagainya. Ini juga akan turut mendorong industri tekstil dan turunannya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa