Akurat
Pemprov Sumsel

Siap-siap, Bos BRI Bidik Pembagian Dividen 2023 hingga Rp48 T, Setara 80 Persen Laba Bersih

M. Rahman | 14 Februari 2024, 12:39 WIB
Siap-siap, Bos BRI Bidik Pembagian Dividen 2023 hingga Rp48 T, Setara 80 Persen Laba Bersih

AKURAT.CO Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI, Sunarso, mengatakan bahwa pihaknya berencana membagikan dividen tahun buku 2023 dengan payout ratio (divident payout ratio/DPR) hingga 80%, atau sekitar 48 triliun rupiah. 

Diketahui, laba bersih BRI sepanjang 2023 lalu tembus Rp60,4 triliun, terdorong peningkatan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 8,5% YoY menjadi Rp135,18 triliun dan peningkatan pendapatan berbasis komisi atau (fee based income/ FBI) sebesar 10,34% YoY menjadi Rp20,74 triliun.

Menurut Sunarso, rasio payout dividen atau DPR sebesar 80% masih realistis lantaran rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) BBRI mencapai 27%. Padahal, jika mengacu pada standar basel, kebutuhan untuk mengantisipasi seluruh jenis risiko hanya sebesar 17,5%. 

Baca Juga: Salurkan Rp6 T Tahun Lalu, BRI Finance Bidik Pertumbuhan Pembiayaan 20 Persen di 2024

Dengan kelebihan modal 10% dari ambang batas tersebut serta asumsi BBRI lazimnya menggunakan CAR sebesar 2% per tahun, maka perseoran tak membutuhkan penambahan modal dalam 5 tahun ke depan.

"Saya ingin minimal 70% sampai 80% laba dibagi dalam bentuk dividen. Dari laba BRI Rp60,4 triliun itu kalau dikali 80% berarti Rp48 triliun. Duit itu mengalir ke pemegang saham dalam hal ini pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas setara 53,19 persen," ujarnya di Jakarta, Selasa (13/2/2024).

Sebagai perbandingan, sebelumya perseroan membagikan dividen Rp43,49 triliun setara 85% dari laba bersih konsolidasian 2022.

Dividen yang dibagikan ini sudah termasuk jumlah dividen interim yang telah dibagikan kepada pemegang saham pada tanggal 27 Januari 2023 sejumlah Rp8,6 triliun dan sisanya sekitar Rp 34,89 triliun.

Artinya meski secara nominal naik, secara rasio sebenarnya lebih rendah dari tahun sebelumnya.

Secara historis, BBRI konsisten menetapkan DPR di kisaran 80 persenan dalam 2 tahun terakhir, dengan dividen sebesar Rp43,49 triliun di 2022 dan Rp26,41 triliun pada 2021. Kecuali pada 2020, BBRI hanya menyisihkan 60% dari laba bersih untuk dividen atau setara Rp12,13 triliun.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa