Akurat
Pemprov Sumsel

OJK: Banyak Usaha Bangkrut Karena Ibu-ibu Tak Bisa Memisahkan Uang Usaha dan Pribadi

Silvia Nur Fajri | 23 April 2024, 17:19 WIB
OJK: Banyak Usaha Bangkrut Karena Ibu-ibu Tak Bisa Memisahkan Uang Usaha dan Pribadi

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menyoroti pentingnya kemandirian finansial bagi perempuan dalam upaya mencapai kemajuan finansial secara menyeluruh.

Kemudian, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Fredrica Widyasari Dewi menegaskan bahwa kemandirian finansial menjadi kunci utama bagi perempuan untuk mengelola keuangan keluarga dan memajukan diri sendiri.

"Problem hampir semua perempuan adalah, jadi kalau ibu-ibu punya uang hasil usaha pasti untuk keluarganya," ucap Frederica dalam acara 'Perempuan Cerdas Keuangan, Perempuan Indonesia Hebat', di Kantor Perpusatakaan Nasional, Jakarta, Selasa (23/4/2024).

Baca Juga: OJK: 3 dari 10 Perempuan Belum Menggunakan Produk Keuangan

Namun, menurutnya tantangan muncul ketika perempuan tidak hanya berperan sebagai pengelola keuangan, tetapi juga ingin memajukan diri melalui usaha dan investasi. 

Banyak perempuan yang telah memulai usaha kecil-kecilan dan mengandalkan layanan keuangan seperti kredit dan pegadaian untuk mendukungnya. Sehingga, masalah timbul ketika perempuan gagal memisahkan antara uang usaha dan uang pribadi atau rumah tangga.

"Bukan berakhir maju tetapi bangkrut ternyata karena ibu-ibu tidak bisa memisahkan antara uang usaha dan uang pribadi atau rumah tangga agar tidak bangkrut," ungkap Frederica .

Selain itu, Frederica menekankan perlunya pendidikan keuangan yang lebih baik bagi perempuan, termasuk pemahaman yang mendalam tentang bagaimana mengelola keuangan secara efektif dan membedakan antara kebutuhan pribadi dan usaha.

Lebih lanjut, OJK menekankan bahwa untuk mencapai dinamika kesejahteraan finansial, perlu adanya peningkatan literasi keuangan, inklusi keuangan, dan pemberdayaan melalui penggunaan produk-produk keuangan yang tepat. 

"Kita menuju dinamika kesejahteraan finansial, yang mengharuskan literasi keuangan, inklusi keuangan, dan pemberdayaan melalui penggunaan produk-produk keuangan untuk membantu usaha ibu-ibu," tambah Frederica.

Dengan demikian, langkah-langkah konkret perlu diambil untuk meningkatkan pemahaman keuangan perempuan dan memberikan dukungan yang diperlukan agar mereka dapat menjadi mandiri secara finansial, memajukan usaha, dan mencapai kesejahteraan finansial yang berkelanjutan. 

OJK berkomitmen untuk terus mendukung upaya ini melalui program-program edukasi dan advokasi yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian finansial perempuan di Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.