Portofolio Kredit Hijau Tembus Rp130 T, Begini Cara Bank Mandiri Dukung Capai NZE Radiation di 2030

AKURAT.CO Bank Mandiri kembali menegaskan komitmennya untuk aktif mendukung upaya karbon ekonomi, sebuah pernyataan yang disampaikan oleh Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Alexandra Askandar.
Serta, ia menjelaskan upaya mencapai target tersebut, Bank Mandiri telah mencatat prestasi yang signifikan.
"Kami tetap teguh dalam komitmen kami untuk mencapai net zero emission of radiation pada tahun 2030," kata Alexandra dalam acara Paparan Publik Laporan Keuangan Kuartal I-2024 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk di Jakarta, Selasa (30/4/2024).
Baca Juga: Kuartal I-2024, Penyaluran Kredit Bank Mandiri Tumbuh 19,1 Persen ke Rp1.435 T
Portofolio kredit hijau Bank Mandiri mencapai Rp130 triliun, didukung oleh penerbitan instrumen keuangan yang konsisten sejak tahun 2021, termasuk obligasi berkelanjutan, ESG report dan Green Bond.
Selain itu, Alexandra juga menyoroti peran Bank Mandiri dalam mendorong kesadaran lingkungan di kalangan nasabah ritel.
"Kami mendorong nasabah untuk semakin peduli terhadap lingkungan, menjadi pelopor kartu kredit carles, dan memperluas portofolio pembiayaan kendaraan listrik," ungkapnya.
Dukungan terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi fokus Bank Mandiri. Melalui digitalisasi perbankan dan penerapan digital karbon tracking, Bank Mandiri terus mendorong tercapainya jejak karbon yang lebih rendah.
Selain itu, Bank Mandiri juga memperoleh predikat top performer dalam Corporate Governance Index (IGP) dengan skor 95,2. Alexandra menekankan pentingnya menjaga keamanan data nasabah dalam tata kelola perusahaan.
Dalam menghadapi masa depan, Bank Mandiri menegaskan bahwa komitmennya akan semakin kuat dari waktu ke waktu.
Dengan mencatat beberapa pencapaian, termasuk menjadi Green market leader dengan total portofolio pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp264 triliun, Bank Mandiri menunjukkan dedikasinya terhadap pembangunan berkelanjutan.
"Kami telah meningkatkan folio pada sektor energi baru terbarukan, memberikan pinjaman kepada proyek-proyek EBT seperti pembangkit listrik tenaga air di Poso Kerinci dan Malea, serta terus memperluas exposure pada proyek-proyek potensial lainnya seperti pembangkit listrik tenaga surya terapung dan pembangkit listrik tenaga angin," jelasnya.
Dengan mengintegrasikan prinsip sustainable financing ke dalam kegiatan penyaluran kreditnya, Bank Mandiri percaya bahwa upayanya akan memberikan dampak positif bagi jutaan masyarakat Indonesia, dari UMKM hingga sektor energi terbarukan dan transportasi bersih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










