AKURAT.CO Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyatakan kewaspadaannya terhadap kenaikan BI Rate yang mencapai 6,25% dan dampaknya terhadap APBN.
Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) II Tahun 2024, Jumat (3/5/2024).
"Kami mewaspadai bahwa sesudah kuartal-I, terutama bulan April ini banyak berbagai dinamika yang tadi juga direspon oleh Bank Indonesia seperti kenaikan policy BI Rate dan SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia)," katanya.
Kemudian, Sri Mulyani juga menyoroti konsekuensi dari kenaikan BI Rate, khususnya terhadap sektor pembiayaan.
"Kenaikan BI Rate tentu akan menaikkan biaya di sektor pembiayaan atau cost of fund," ujarnya.
Baca Juga: Kredit Perbankan Maret 2024 Tumbuh 12,4 Persen
Karenanya, Kementerian Keuangan berkomitmen untuk terus mengelola sektor pembiayaan dengan bijaksana.
"Kementerian Keuangan untuk strategi pembiayaan dengan cost of fund yang cenderung mengalami kenaikan dan juga nilai tukar kita akan terus melakukan pengelolaan secara prudent," tambahnya.
Selain itu, Sri Mulyani menegaskan pentingnya sinergi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia dalam menghadapi dinamika global.
Dengan kerja sama yang solid, dia berharap stabilitas ekonomi dalam negeri dapat tetap terjaga tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.
"BI dari sisi moneter dan kami dari fiskal, terutama terkait pembiayaan akan saling menyesuaikan dengan perubahan kondisi yang terjadi," katanya.
Tidak hanya itu, Sri Mulyani juga berjanji untuk terus memberikan panduan kepada pasar agar mampu mengelola kondisi yang dinamis tanpa mengorbankan stabilitas, momentum pertumbuhan, dan kredibilitas instrumen fiskal maupun moneternya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









