AKURAT.CO Pemegang polis asuransi selaku konsumen, kini dapat merasa lebih aman karena memiliki akses ke Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK) sebagai wadah untuk menyampaikan keluhan mereka.
PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) telah bergabung sebagai anggota LAPS SJK, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pelayanan kepada pemegang polis.
Corporate Secretary IFG Life, Gatot Haryadi menyatakan bahwa IFG Life telah menjadi anggota resmi LAPS SJK sejak tahun 2021. LAPS SJK adalah lembaga yang bertugas menyelesaikan sengketa di sektor keuangan di luar proses pengadilan.
Pihaknya berharap bahwa keanggotaan IFG Life di LAPS SJK akan memberikan kontribusi positif terhadap upaya meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri asuransi nasional. Selain itu, keanggotaan IFG Life di LAPS SJK juga diharapkan akan meningkatkan kepercayaan pelaku usaha terhadap lembaga tersebut.
Dengan demikian, ketika terjadi sengketa antara pelaku usaha dan konsumen, pelaku usaha akan lebih cenderung memilih LAPS SJK sebagai tempat penyelesaian sengketa daripada lembaga lain.
Baca Juga: Menteri Erick Sebut 99,7 Persen Pemegang Polis Jiwasraya Telah Dialihkan ke IFG Life
Keberadaan LAPS SJK memberikan alternatif bagi konsumen untuk mengajukan keluhan saat terjadi sengketa dengan pelaku usaha di sektor jasa keuangan, termasuk di sektor asuransi.
"Dengan keanggotaan IFG Life di LAPS SJK, ini menunjukkan komitmen yang kuat kami terhadap kepentingan konsumen. Kami berharap bahwa langkah ini akan membantu memulihkan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap sektor asuransi," ujar Gatot dikutip Sabtu (4/5/2024).
Sebagaimana diketahui, pengaduan konsumen masih kerap terjadi di berbagai sektor industri di Indonesia termasuk di industri jasa keuangan yang mencakup sektor perbankan, asuransi pembiayaan, dana pensiun, pegadaian, penjaminan, hingga modal ventura.
Pada tahun 2023, LAPS SJK menangani 2.501 pengaduan dari berbagai sektor jasa keuangan, menandai peningkatan sebesar 39% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dari sektor asuransi, terdapat 260 pengaduan yang diterima dan ditangani oleh LAPS SJK pada tahun 2023, menunjukkan penurunan sebesar 2,3% dari jumlah 266 pengaduan pada tahun 2022.
Merujuk POJK 31/2020 tentang Penyelenggaraan Layanan Konsumen dan Masyarakat, ada dua jenis pengaduan yang dapat diadukan oleh konsumen. Pertama, pengaduan yang berindikasi sengketa berupa ungkapan ketidakpuasan yang disebabkan kerugian. Kedua, pengaduan yang berindikasi pelanggaran berupa adanya indikasi pelanggaran ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan.
Adapun, pengaduan yang dapat diadukan dan diselesaikan melalui LAPS SJK hanya merupakan pengaduan yang berindikasi sengketa. Pengaduan tersebut dapat disampaikan melalui dua cara, secara langsung dengan datang ke LAPS SJK maupun secara digital melalui aplikasi portal perlindungan konsumen (APPK) di laman 157.ojk.go.id.
Agar semakin jelas tentang layanan pengaduan LAPS SJK, konsumen dapat mengakses laman www.lapssjk.id untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap dan detail.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










