Istri Presiden Korsel Kena Dugaan Gratifikasi, Kejagung: Masih Dalam Penyelidikan

AKURAT.CO Jaksa Agung Korea Selatan, Lee One Seok memerintahkan timnya untuk segera membentuk sebuah unit khusus. Dimana unit khusus ini akan bertugas menyelidiki dugaan gratifikasi yang menimpa Ibu Negara Korsel, Kim Keon Hee.
Dugaan gratifikasi tersebut hadir pasca Kim Keon Hee menerima sebuah tas mewah. Dilansir Yonhap News Agency, Jaksa Agung Lee meminta agar penyelidikan dilakukan secara cepat terhadap kasus tersebut.
Disebutkan Kim Keon Hee menerima sebuah tas tangan mewah merek Christian Dior dari seorang pendeta berkewarganegaraan Korea-Amerika pada September 2022 lalu.
Tas mewah tersebut diperkirakan bernilai 3 juta won atau setara dengan Rp35,3 juta.
Pasca dugaan tersebut Kim Keon Hee pada akhirnya menjadi sasaran kecaman oleh masyarakat akibat skandal tas mewah Dior tersebut.
Tak hanya itu saja, pendeta berkewarganegaraan Korea-Amerika tersebut secara diam-diam merekam dengan kamera tersembunyi, saat Kim Keon Hee menerima hadiah tas mewah terebut.
Alhasil rekaman video tersembunyi tersebut dipublikasikan oleh outlet media lokal Korea Selatan pada November tahun lalu.
Berselang satu bulan kemudian pasca publikasi, outlet media lokal tersebut mengajukan laporan terhadap Kim Keon Hee dan suaminya, Presiden Yoon Suk Yeol, kepada jaksa setempat atas dugaan menerima suap.
Namun pada waktu itu, hanya sedikit kemajuan yang terlihat dalam penyelidikan yang dilakukan oleh jaksa Korea Selatan.
Instruksi untuk melakukan penyelidikan ini disampaikan oleh Jaksa Agung setelah People Power Party (partai besar di Korsel) mengalami kekalahan telak dalam pemilu parlemen bulan lalu.
Partai Demokrat, sebagai oposisi utama, berjanji akan mengusulkan penyelidikan khusus terhadap berbagai tuduhan yang menjerat Ibu Negara setelah sidang baru Majelis Nasional dimulai bulan ini.
Selain tuduhan menerima tas mewah, Kim Keon Hee diduga terlibat dalam manipulasi harga saham perusahaan dealer mobil BMW di Korea Selatan, atau Deutsch Motors Inc, antara tahun 2009 hingga 2012.
Bahkan pada Januari lalu, pimpinan partai oposisi Korsel, Lee Jae Myung, menuduh Presiden Yoon mencampuri dan menutupi kasus dugaan gratifikasi yang melibatkan istrinya.
"Presiden tidak hanya gagal berkomunikasi dengan publik, tetapi juga secara aktif terlibat dalam menyembunyikan kecurigaan seputar Ibu Negara, campur tangan terang-terangan dalam urusan partai, dan ikut campur dalam pemilu," ucap Lee Jae Myung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









