UKT UIN Jakarta Naik, Menteri Yaqut: Tak Boleh Beratkan Mahasiswa

AKURAT.CO Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menekankan bahwa uang kuliah tunggal (UKT) di perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) harus tetap terjangkau bagi mahasiswa. Pernyataan ini diutarakan saat acara Ikatan Alumni UIN (IKALUIN) Award 2024 di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Kemudian, ia mengatakan UIN Jakarta telah mendapat kritikan karena kenaikan UKT yang dianggap memberatkan. "UKT tidak boleh memberatkan mahasiswa. Rektor (UIN) akan terus berkoordinasi dengan kami terkait UKT. Sekali lagi, UKT tidak boleh memberatkan mahasiswa," tegas Yaqut, dikutip dari laman resmi Kemenag, Selasa (28/5/2024).
Selain itu, Yaqut juga mengingatkan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar, untuk tidak sepenuhnya mengandalkan UKT dalam membiayai kebutuhan logistik dan operasional kampus. Sumber pendanaan alternatif, seperti pengelolaan rumah sakit, hotel, dan asrama, dapat dimanfaatkan.
Baca Juga: DPR Kawal Pembatalan Kenaikan UKT 2024
"Rumah sakit bisa menjadi sumber logistik untuk memenuhi kebutuhan kampus. Asrama mahasiswa dan hotel yang baik juga dapat menjadi sumber pendapatan alternatif bagi UIN Jakarta. Nanti tolong disiapkan agar apa yang kita bicarakan dapat terwujud," tambahnya.
Ditambahkan, UKT tak seharusnya memberatkan mahasiswa karena hanya 36% dari total keseluruhan kebutuhan operasional kampus. Kenaikan juga menurutnya kerap menjerat mahasiswa terutama universitas sudah dalam bentuk Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).
"Biasanya UKT akan naik ketika perguruan tinggi tidak mampu lagi menghidupi operasional harian. Kemudian mencari shortcut yang paling mudah, apalagi perguruan tinggi yang sudah menjadi PTN BH maka seringkali mahasiswa menjadi korban jadi pemenuhan kebutuhan operasional harian diperjualbelikan," ujarnya.
Sebelumnya, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar, menyatakan bahwa UIN Jakarta sedang mengembangkan kemandirian pendanaan melalui pusat bisnis. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada UKT dalam operasional kampus.
"Kami berusaha mencapai kemandirian pendanaan. Oleh karena itu, kami mengembangkan pusat bisnis seperti rumah sakit, hotel, dan lainnya agar tidak sepenuhnya bergantung pada UKT," tandas Asep.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








