Bukukan Laba Bersih Rp2,6 Triliun di 2024, Efisiensi Jadi Kunci Citi Indonesia
Hefriday | 24 April 2025, 21:57 WIB

AKURAT.CO Citibank N.A., Indonesia (Citi Indonesia) mencatatkan kinerja keuangan yang menggemberikan sepanjang tahun 2024 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp2,6 triliun.
Pencapaian ini terutama ditopang oleh efisiensi beban operasional yang signifikan, yang berkontribusi pada penurunan rasio biaya terhadap pendapatan (Cost to Income Ratio/CIR) menjadi 40,44% dari 65,7% di tahun sebelumnya.
CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi, mengungkapkan bahwa capaian tersebut menjadi refleksi atas strategi transformasi organisasi yang konsisten.
“Di tengah tantangan ekonomi global, termasuk gejolak geopolitik dan fluktuasi pasar, kami tetap fokus pada inovasi dan pelayanan terbaik kepada klien,” ujar Batara dalam keterangannya, Kamis (24/4/2025).
Efisiensi ini turut mendorong peningkatan Return on Asset (ROA) menjadi 3,794% dari sebelumnya 3,346%. Sementara itu, Return on Equity (ROE) tercatat sebesar 13,75%, memperlihatkan kinerja keuangan yang solid dan sehat.
Citi Indonesia juga mempertahankan rasio likuiditas yang kuat. Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat sebesar 333,34% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) mencapai 166,396%, jauh di atas ketentuan minimum regulator.
Selain itu, Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) meningkat menjadi 40,54% dari 37,996% pada tahun sebelumnya.
Bisnis perbankan yang meliputi Corporate Banking, Global Network Banking, dan Commercial Banking turut memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan pendapatan.
Khususnya, segmen Global Network Banking menunjukkan peningkatan yang ditopang oleh kinerja lintas negara, terutama koridor bisnis Asia-to-Asia.
Sepanjang 2024, Citi Indonesia juga terlibat dalam berbagai transaksi strategis. Di antaranya, sebagai Bank Koordinator Tunggal dalam kesepakatan kredit sindikasi sebesar USD200 juta dan Rp7,5 triliun untuk PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk.
Citi juga menjadi Mandated Lead Arranger untuk Pinjaman Sosial senilai USD800 juta bagi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Divisi Treasury and Trade Solutions (TTS) mencatat pertumbuhan positif, ditopang oleh meningkatnya simpanan pihak ketiga dan lonjakan volume transaksi pembayaran digital.
Salah satu inovasi TTS adalah peluncuran Electronic Trade Loan dalam platform CitiDirect yang menyederhanakan proses pembiayaan perdagangan secara digital dan efisien.
Tak hanya itu, Citi Indonesia juga berperan aktif dalam pengembangan pasar modal dan digitalisasi sistem keuangan.
Salah satunya melalui partisipasi dalam proyek CORE.KSEI dan S-MULTIVEST yang diinisiasi oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta menjadi kustodian percontohan pada peluncuran sistem manajemen kas K-Cash.
Dari sisi bisnis pasar, Citi memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam layanan valuta asing (FX), pendapatan tetap, dan komoditas.
Inovasi digital seperti CitiFX Gateway dan CitiConnect menjadi andalan dalam menyediakan layanan transaksi yang terintegrasi dan efisien bagi klien institusi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








