OJk Akselerasi Kredit UMKM, Manajemen Risiko Jadi Fokus

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keungan (OJK), menyatakan bahwa peningkatan kredit UMKM menjadi salah satu fokus utama perbankan di tahun 2024. Kemudian, kredit UMKM diyakini dapat menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi, mengingat tingginya daya serap tenaga kerja di sektor ini.
"Adapun untuk UMKM, kredit pada segmen ini masih berpotensi meningkat dengan kebangkitan yang naik 4,3% dari tahun sebelumnya," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dalam Webinar Akurat.co, bertajuk Banking Series: Pertumbuhan Kredit di Tengah Ancaman Risiko Global pada Selasa, (25/6/2024), yang didukung oleh BNI dan Jamkrindo.
Namun, Dian mengingatkan pentingnya manajemen risiko yang baik dalam penyaluran kredit UMKM. "Penyaluran kredit UMKM harus disertai pembenahan manajemen risiko, mengingat risikonya yang relatif lebih tinggi dibandingkan kredit lainnya," tegas Dian.
Baca Juga: Kinerja Perbankan Disebut Stabil, OJK Beberkan Faktanya
Data per April 2024 menunjukkan bahwa rasio kredit bermasalah (NPL) UMKM tercatat sebesar 4,26%, lebih tinggi dibandingkan dengan rasio NPL perbankan secara agregat. Untuk mengatasi risiko ini, perbankan telah mengantisipasinya dengan perencanaan yang memadai dan pembentukan cadangan yang cukup tinggi. "Rasio CKPN terhadap total kredit NPL UMKM berada di angka 137,37 persen," tambahnya.
Selain itu, OJK terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia, kementerian terkait, serta pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan kredit UMKM. Dian Ediana Rae menekankan pentingnya kerjasama ini untuk memastikan bahwa pertumbuhan kredit dapat terjaga dengan baik dan mendukung pemulihan ekonomi nasional.
"Berkoordinasi dengan otoritas lain seperti Bank Indonesia maupun kementerian dan pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten terkait untuk terus mendorong pertumbuhan kredit UMKM," ujarnya.
Dengan fungsi intermediasi perbankan yang berjalan baik dan berbagai langkah antisipasi yang telah dilakukan, target pertumbuhan kredit pada rentang 9 hingga 11% di tahun 2024 diharapkan dapat tercapai, mendukung pemulihan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









