Ini Alasan Victoria Syariah Lebih Menggiurkan bagi BTN Ketimbang Muamalat

AKURAT.CO PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) dikabarkan lebih tertarik mengakuisisi PT Bank Victoria Syariah dibandingkan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.
Menurut Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat, Victoria Syariah menawarkan nilai tambah yang lebih besar dan kesamaan visi pasca-konsolidasi.
"BTN melihat potensi nilai tambah yang signifikan dan kesamaan visi dengan Victoria Syariah. Hal ini menjadikan Victoria Syariah lebih menggiurkan bagi BTN dibandingkan dengan opsi lainnya," katanya kepada Akurat.co, kamis (4/7/2024).
Beralihnya minat investasi BTN dari Muamalat ke Victoria Syariah cukup disayangkan. Pasalnya regulator atau OJK tengah mendorong konsolidasi perbankan syariah Tanah Air, agar ada 2 hingga 3 bank syariah besar seperti BSI dan pada akhirnya industrinya tumbuh sehat.
Terkait Bank Syariah Indonesia (BSI) yang terlihat stabil namun santer dikabarkan bakal perlahan ditinggalkan investor lainnya yakni BRI dan BNI, Sutan menilai keputusan BRI dan BNI ini didasarkan pada strategi dan tujuan perusahaan masing-masing.
Baca Juga: Lika-liku Bank Muamalat Yang Batal Diakuisisi BTN
"Keputusan BRI dan BNI untuk meninggalkan BSI didasarkan pada strategi dan tujuan perusahaan masing-masing. Meskipun saya tidak memiliki akses langsung ke alasan internal mereka, beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi keputusan ini termasuk perubahan strategi bisnis, evaluasi kinerja, dan pertimbangan terhadap pangsa pasar dan profitabilitas," jelasnya.
Menurut Sutan, meski dampak dari divestasi terhadap kinerja operasional dan keuangan BSI masih menjadi tanda tanya, ada setidaknya 4 faktor penting yang harus dipertimbangkan BSI di tengah isu bakal hengkangnya investor saat ini.
1. Pangsa Pasar dan Keberlanjutan Bisnis
Dengan kepergian BRI dan BNI, BSI harus memastikan keberlanjutan bisnisnya. Mereka perlu memperkuat strategi pemasaran, menggaet nasabah baru, dan mempertahankan nasabah yang ada untuk memastikan pangsa pasar yang sehat.
2. Profitabilitas
Kehilangan dua bank besar sebagai pemegang saham bisa memengaruhi profitabilitas BSI. Mereka perlu mengelola biaya operasional dengan efisien dan memaksimalkan pendapatan agar tetap menguntungkan.
3. Kepemimpinan
Sebagai satu-satunya pemegang saham pengendali, Bank Mandiri harus memainkan peran aktif dalam mengarahkan BSI. Kepemimpinan yang kuat dan strategi yang jelas akan menjadi kunci.
4. Tantangan Sektor Perbankan Syariah
Secara umum, sektor perbankan syariah di Indonesia menghadapi tantangan, termasuk persaingan ketat, regulasi yang kompleks, dan perubahan tren pasar. BSI harus beradaptasi dengan cepat untuk tetap relevan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









