BCA Syariah Gandakan Investasi IT Demi Atasi Serangan Siber

AKURAT.CO PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) tengah memperkuat infrastruktur teknologi informasinya untuk menghadapi ancaman siber yang semakin rumit. Direktur BCA Syariah, Lukman Hadiwijaya, mengungkapkan bahwa biaya modal untuk pemeliharaan serta peningkatan keamanan infrastruktur IT perusahaan meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.
"Biayanya cukup signifikan, hampir dua kali lipat dari sebelumnya. Ini mencakup peningkatan delivery channel, modernisasi, serta penguatan keamanan," jelas Lukman saat konferensi pers mengenai kinerja keuangan semester I-2024 di Jakarta, Rabu (31/7/2024).
Lukman juga menambahkan bahwa aspek keamanan IT tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga memerlukan tata kelola yang baik, pencegahan efektif, dan penanganan yang tepat. Ia mengungkapkan strategi yang diterapkan BCA Syariah untuk melawan serangan siber.
Baca Juga: Soal Pemblokiran Rekening Judol, BCA Syariah Koordinasi Erat dengan OJK
Pertama, BCA Syariah berkomitmen pada penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Lukman menekankan pentingnya evaluasi rutin terhadap kebijakan dan prosedur yang ada untuk memastikan kesesuaiannya dengan perkembangan teknologi saat ini.
"Kebijakan dan standar prosedur kami harus terus dievaluasi untuk memastikan efektivitasnya tetap sesuai dengan kondisi terkini," ujarnya.
Kedua, BCA Syariah memfokuskan perhatian pada pencegahan, termasuk identifikasi titik-titik rawan, proteksi, dan deteksi dini terhadap potensi serangan. Lukman menyatakan bahwa kemampuan untuk mendeteksi serangan siber sejak awal sangat penting bagi perusahaan.
Ketiga, dalam hal penanganan, BCA Syariah menekankan respons cepat dan pemulihan data yang efektif. Lukman menjelaskan bahwa kerusakan data tidak selalu disebabkan oleh malware atau ransomware, tetapi juga bisa terjadi akibat kerusakan hardware atau bencana.
"Data bisa rusak karena berbagai sebab, termasuk kerusakan hardware atau bencana, bukan hanya malware atau ransomware," tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, BCA Syariah secara rutin melakukan simulasi Business Continuity Plan (BCP) untuk memastikan kesiapan menghadapi situasi darurat. "Kami melakukan simulasi di Disaster Recovery Center (DRC) setidaknya setahun sekali untuk memastikan bahwa backup data dapat digunakan dan berfungsi di lokasi alternatif," ujar Lukman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









