AKURAT.CO Entitas PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), Wijaya Karya Pracetak Gedung atau WPG menghadapi gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) akibat penundaan pembayaran kewajiban kepada CV Maju Lancar Jaya.
Sekretaris WTON, Dedi Indra mengatakan permohonan PKPU dengan register perkara nomor 275/Pdt.Sus-PKPU/2024/PN Niaha Jakarta Pusat telah teregister pada 11 September 2024 lalu.
"Nilai gugatan yang diajukan sebesar Rp290.391.545," ujar Dedi dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (13/9/2024).
Baca Juga: WIKA Beton Bukukan Kontrak Proyek IKN Rp612 Miliar per Kuartal II-2024
Diakui, gugatan tersebut tak berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan maupun operasional perseroan.
PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) sebelumnya menargetkan divestasi aset termasuk tanah dapat dituntaskan pada 2026 dengan harapan perusahaan dapat mengantongi dana segar Rp 250 miliar.
Direktur Utama Wijaya Karya Beton Kuntjara mengatakan aset yang didivestasi berupa aset tidak produktif seperti aset tanah. WIKA Beton juga akan melakukan divestasi pada aset-aset yang sudah tidak bermanfaat.
"Harapannya, divestasi ini bisa memperkuat arus kas perusahaan," kata Kuntjara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









