AKURAT.CO Pada penutupan perdagangan Jumat, 4 Oktober 2024, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan sebesar 47,74 poin atau 0,63%, ditutup pada posisi 7.496,08.
Pelemahan ini terutama disebabkan oleh penurunan saham-saham di sektor teknologi. Sementara itu, indeks LQ45, yang terdiri dari 45 saham unggulan, juga mengalami penurunan sebesar 7,65 poin atau 0,82%, ditutup pada posisi 929,72.
Dari sisi kinerja sektoral, sektor teknologi mengalami penurunan terbesar, yaitu sebesar 2,02%, menunjukkan adanya tekanan signifikan pada saham-saham teknologi. Disusul sektor properti yang turun sebesar 1,00%, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap pertumbuhan sektor properti. Kemudian sektor keuangan juga mengalami penurunan sebesar 0,96%, dipengaruhi oleh sentimen negatif di pasar keuangan global.
Baca Juga: IHSG Ambruk ke 7.563,26 Terimbas Serangan Balasan Iran ke Israel
Adapun sektor kesehatan menunjukkan penguatan sebesar 0,34%, didorong oleh meningkatnya permintaan di sektor kesehatan. Sektor energi terpantau naik sebesar 0,22%, seiring dengan fluktuasi harga minyak dunia serta sektor infrastruktur menguat sebesar 0,03%, didukung oleh proyek-proyek pembangunan yang sedang berlangsung.
Dari sisi saham, beberapa saham terpantau melemah termasuk PT Paninvest Tbk (PANI), PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Sementara saham PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS), PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) berhasil merangkak.
Dipercaya, ketegangan di Timur Tengah, khususnya terkait potensi serangan terhadap infrastruktur minyak Iran, telah meningkatkan kekhawatiran tentang stabilitas pasokan energi global. Komentar Presiden AS, Joe Biden, mengenai kemungkinan serangan balasan oleh Israel terhadap kilang minyak Iran, memperburuk sentimen pasar. Akibatnya, harga minyak dunia mengalami volatilitas, yang berdampak langsung pada sektor energi dan ekonomi secara keseluruhan.
Selain itu, indeks aktivitas sektor jasa di Amerika Serikat pada September 2024 tercatat sebesar 54,9, naik dari 51,5 pada Agustus, menunjukkan peningkatan dalam aktivitas bisnis dan pesanan baru. Hal ini memberikan sentimen positif bagi pasar saham regional Asia, meskipun IHSG masih terpengaruh oleh faktor-faktor negatif lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









