AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan tipis pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (17/10). IHSG naik sebesar 86,10 poin atau 1,13% dan berakhir di level 7.735,04.
- Saham INTP atau Indocement Tunggal Prakarsa Tbk naik 6,76%
- Saham SMGR atau Semen Indonesia (Persero) Tbk naik 5,54%
- Saham BMRI atau Bank Mandiri (Persero) Tbk naik 3,21%
- Saham ANTM atau Aneka Tambang Tbk naik 3,18%
- Saham BRPT atau Barito Pacific Tbk naik 3,00%
Penguatan saham di sektor-sektor konstruksi dan perbankan menjadi faktor utama yang mendukung penguatan IHSG pada hari ini. Kinerja positif dari Indocement dan Semen Indonesia didorong oleh sentimen kenaikan permintaan bahan bangunan, sementara Bank Mandiri dan Aneka Tambang diuntungkan oleh ekspektasi ekonomi makro yang lebih baik.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Naik Tipis 0,01 Persen, Berikut Daftar Top Gainers dan Top Loser
Top Loser
Namun, meskipun IHSG menguat, beberapa saham mengalami penurunan signifikan:
- Saham UNVR atau Unilever Indonesia Tbk turun -2,87%
- Saham KLBF atau Kalbe Farma Tbk turun -2,31%
- Saham TKIM atau Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk turun -2,28%
- Saham ERAA atau Erajaya Swasembada Tbk turun -2,13%
- Saham HMSP atau H.M. Sampoerna Tbk turun -2,07%
Penurunan pada saham Unilever dan Kalbe Farma terjadi di tengah tekanan sentimen negatif di sektor konsumsi, yang diperkirakan melambat akibat penurunan daya beli masyarakat. Sementara itu, saham Pabrik Kertas Tjiwi Kimia dan H.M. Sampoerna juga terkena dampak pelemahan permintaan pasar.
Meskipun IHSG mengalami penguatan, investor tetap disarankan untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Fluktuasi pasar masih bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi fundamental perusahaan, sentimen pasar, serta perkembangan ekonomi global.
Dengan demikian, analisis yang cermat dan pemahaman terhadap tren pasar sangat penting untuk meminimalisir risiko dan mengoptimalkan peluang keuntungan. IHSG diprediksi akan terus bergerak dinamis dalam beberapa waktu ke depan, seiring dengan beragam sentimen baik dari dalam maupun luar negeri yang dapat mempengaruhi performa pasar modal Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










