AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan (1-15 November 2024) turun 1,73% ke level 7.161,258, dari 7.287,191 pada pekan lalu.
Sepanjang pekan, rata-rata volume transaksi harian naik 48,51% menjadi 31,99 miliar saham, sementara rata-rata nilai transaksi meningkat 5,09% menjadi Rp12,28 triliun. Namun, kapitalisasi pasar turun 1,46% menjadi Rp12.063 triliun, dengan IHSG melemah 1,73% ke level 7.161,258.
Pada pekan tersebut, terdapat pencatatan tiga saham baru, satu waran, dua obligasi, serta peluncuran produk derivatif baru, Single Stock Futures (SSF).
Baca Juga: IHSG Jatuh 0,74 Persen ke 7.214,56, Sektor Bahan Baku Pimpin Penurunan
Pada Senin (11/11/2024), BEI membuka pekan dengan pencatatan perdana saham PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) di Papan Utama. DAAZ, perusahaan ke-37 yang tercatat pada 2024, bergerak di sektor barang baku dengan sub-industri logam dan mineral lainnya.
Pada hari yang sama, PT OKI Pulp & Paper Mills mencatatkan dua obligasi, yakni Obligasi Berkelanjutan I Tahap VI Tahun 2024 senilai Rp2,25 triliun dan Obligasi USD senilai USD9,22 juta. Dengan peringkat idA+ dari PEFINDO dan irAA- dari Kredit Rating Indonesia, obligasi ini mengukuhkan posisinya di pasar modal.
Selasa (12/11/2024) menjadi momentum penting dengan peluncuran produk derivatif Single Stock Futures (SSF). Produk ini melibatkan lima saham likuid dari indeks LQ45, yakni BBRI, BBCA, MDKA, TLKM, dan ASII. SSF memungkinkan investor melakukan lindung nilai dengan efisiensi. PT Binaartha Sekuritas, PT Ajaib Sekuritas Asia, dan PT Phintraco Sekuritas menjadi anggota bursa yang mendukung transaksi SSF.
PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) resmi tercatat di Papan Pengembangan pada Selasa (12/11/2024). BOAT, perusahaan ke-38 di tahun 2024, fokus pada jasa perkapalan di industri minyak dan gas bumi.
Sementara itu, Rabu (13/11/2024), PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) bergabung di Papan Pengembangan dengan mencatatkan saham dan waran, menjadikannya perusahaan ke-39 yang tercatat tahun ini.
Dengan sejumlah emisi tersebut, saat ini total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat mencapai 121 emisi senilai Rp112,13 triliun, dengan nilai outstanding Rp465,41 triliun dan USD86,02 juta. Total Surat Berharga Negara (SBN) tercatat mencapai Rp6.035,71 triliun, sementara Efek Beragun Aset (EBA) berjumlah delapan emisi dengan nilai Rp2,7 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










