Delegasi Pebisnis AS Komitmen Pererat Hubungan Ekonomi dengan RI
AKURAT.CO United States-ASEAN Business Council (US-ABC) mempertegas komitmen untuk mempererat hubungan ekonomi antara Amerika Serikat dan Indonesia. Hal itu terungkap dalam kunjungan tahunan yang berlangsung pada 3-5 Desember 2024.
Delegasi sektor swasta AS yang dipimpin oleh Duta Besar Ted Osius bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Kemenko Perekonomian untuk membahas kerja sama pada berbagai sektor strategis.
Hadir dalam pertemuan tersebut, perwakilan 50 perusahaan anggota Fortune 250, termasuk Duta Besar AS untuk Indonesia Brian McFeeters, Wakil Presiden Senior US-ABC, dan Batara Sianturi, CEO Citi Indonesia sekaligus Ketua Komite Indonesia US-ABC.
Dialog ini menyoroti berbagai peluang untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi bilateral, dengan fokus pada inovasi dan keberlanjutan ekonomi.
Dalam sambutannya, Dubes Osius menegaskan pentingnya sinergi antara AS dan Indonesia. “Kami percaya bahwa hubungan bilateral yang erat tidak hanya akan memperkuat perekonomian kedua negara tetapi juga menciptakan model pertumbuhan berkelanjutan untuk kawasan,” ujarnya Selasa (3/12/2024).
Baca Juga: 50 Pengusaha AS Bertemu Prabowo Bahas Investasi di Indonesia
Fokus utama US-ABC adalah mendukung Indonesia dalam meningkatkan ketahanan finansial, pangan, kesehatan, dan pariwisata.
“Kemitraan dengan sektor swasta AS menjadi katalis utama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan,” imbuh Menko Perekonomian, Airlangga.
Kolaborasi ini, lanjut Airlangga, sangat penting dalam mencapai visi pembangunan nasional yang mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
Salah satu topik penting yang dibahas adalah kolaborasi di bidang energi bersih. Delegasi AS menyoroti potensi investasi pada sektor bioenergi, tenaga surya, panas bumi, dan Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Menko Airlangga menegaskan komitmen Indonesia dalam percepatan transisi energi bersih, termasuk pengembangan Small Modular Reactors (SMR). “Proyek ini sejalan dengan visi Indonesia untuk mencapai ketahanan energi melalui inovasi dan investasi energi terbarukan,” ungkapnya.
Di sektor transportasi, US-ABC menyoroti peluang pengembangan industri penerbangan Indonesia, dengan proyeksi Indonesia sebagai pasar penerbangan terbesar di Asia pada 2035. Boeing, salah satu perusahaan anggota delegasi, mendukung rencana Indonesia untuk menambah armada pesawat dan memperkuat fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di Batam Aero Technic.
Tidak hanya itu, digitalisasi ekonomi menjadi perhatian utama dalam pembahasan. Kedua pihak sepakat pentingnya kolaborasi dalam negosiasi Perjanjian Kerangka Ekonomi Digital ASEAN (DEFA). Langkah ini diharapkan dapat mendukung Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya dalam menghadapi tantangan ekonomi digital.
Agenda pertemuan juga mencakup upaya strategis untuk mendorong aksesi Indonesia ke organisasi internasional, seperti OECD dan CPTPP. Menurut Menko Airlangga, aksesi ini dapat membuka peluang investasi baru, memperkuat rating investasi, dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









