Akurat
Pemprov Sumsel

Masuk Tahun 2025, Grant Thornton Indonesia Bagikan Tips Jitu Kelola Keuangan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Mukodah | 16 Desember 2024, 19:25 WIB
Masuk Tahun 2025, Grant Thornton Indonesia Bagikan Tips Jitu Kelola Keuangan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

AKURAT.CO Tahun 2025 diperkirakan akan menjadi tahun penuh tantangan ekonomi bagi masyarakat Indonesia.

Dengan ancaman inflasi yang terus berlanjut, kenaikan biaya hidup serta ketidakpastian pendapatan dan lapangan kerja, perencanaan keuangan pribadi yang matang menjadi hal yang semakin penting.

Menyikapi situasi ini, Grant Thornton Indonesia berbagi panduan strategi untuk membantu individu mempersiapkan diri menghadapi ketidakpastian tersebut.

Di tengah perubahan ekonomi global yang dinamis, Indonesia tidak terlepas dari dampaknya.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Sagitarius di Desember 2024: Mulai dari Cinta, Karier, dan Keuangan Akan Segera Membaik!

Pada tahun 2025, masyarakat diprediksi akan menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang signifikan.

Risiko inflasi dan kenaikan biaya hidup menjadi perhatian utama, dengan harga kebutuhan pokok, layanan kesehatan dan pendidikan yang diperkirakan terus meningkat, sehingga daya beli masyarakat semakin tertekan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi Indonesia mencapai 1,8 persen year on year (yoy) pada September 2024, yang meskipun terkendali, masih berisiko meningkat akibat ketidakpastian global dan lonjakan harga energi.

Selain itu, fluktuasi tingkat suku bunga yang tidak stabil dapat memengaruhi biaya pinjaman, seperti cicilan rumah, kendaraan, hingga kredit usaha yang berpotensi menambah tekanan finansial.

Baca Juga: Pesan Prabowo ke Seluruh Otoritas Keuangan: Harus Bijak dan Jaga Uang Rakyat

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan suku bunga acuan tetap tinggi di kisaran 5,7 persen hingga 6 persen pada 2025 untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Ketidakpastian pendapatan dan stabilitas kerja juga menjadi isu penting, terutama dengan perkembangan teknologi dan otomatisasi yang dapat mengubah sejumlah sektor pekerjaan secara signifikan.

Lembaga survei McKinsey pun memperkirakan sekitar 23 juta pekerjaan akan terdampak otomatisasi dalam 10 tahun ke depan, dengan dampak yang lebih terasa pada sektor manufaktur dan jasa.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan sebesar 9-11 persen pada akhir 2024.

Baca Juga: Mukhamad Misbakhun Sabet detikJatim Awards 2024 atas Inovasi di Sektor Keuangan dan Pelayanan Publik

Seiring dengan kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat untuk mengakses pinjaman sebagai solusi ekonomi jangka pendek.

Faktor tekanan ekonomi global seperti ketidakpastian geopolitik dan perubahan kebijakan moneter, turut memengaruhi dinamika ini.

Di sisi lain, kebutuhan pengelolaan utang yang bijak menjadi semakin mendesak.

Ketergantungan yang berlebihan pada pinjaman, jika tidak disertai manajemen yang tepat, dapat meningkatkan risiko beban keuangan di masa depan, mengancam stabilitas ekonomi keluarga di tengah situasi yang tidak pasti.

Baca Juga: Ahli Keuangan Negara: Kerugian Negara Harus Nyata, Kasus Tambang Timah Sebabkan Kerugian Rp271 Triliun

"Di tengah ketidakpastian ekonomi, penting bagi masyarakat untuk mengambil langkah-langkah proaktif dalam mengelola keuangan mereka. Perencanaan keuangan yang matang dan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan adalah kunci untuk tetap stabil dan tangguh. Keuangan yang sehat bukan hanya soal menabung tetapi juga bagaimana mengelola risiko, merencanakan masa depan dan membuat keputusan investasi yang bijaksana," jelas CEO Grant Thornton Indonesia, Johanna Gani, dalam keterangannya, Senin (16/12/2024).
 
Selain itu, Grant Thornton Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendampingi masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi.

"Kami percaya bahwa dengan edukasi finansial yang baik, masyarakat dapat membuat keputusan keuangan yang lebih bijaksana dan mempersiapkan masa depan yang lebih cerah," tambah Johanna.

Strategi Keuangan Pribadi

Untuk membantu masyarakat Indonesia memasuki tahun 2025, Grant Thornton Indonesia menawarkan beberapa langkah strategis yang dapat diterapkan individu dalam mengelola keuangan pribadi:

1. Mengelola arus kas secara efektif

Penting untuk memprioritaskan pengeluaran, mengurangi pemborosan dan menyisihkan dana darurat yang mencukupi kebutuhan minimal selama tiga hingga enam bulan.

2. Diversifikasi investasi

Hindari menempatkan semua dana di satu jenis investasi.

Kombinasikan aset berisiko rendah seperti deposito dengan investasi berisiko lebih tinggi namun berpotensi hasil besar seperti saham atau reksadana.

3. Melindungi aset dengan asuransi

Pastikan aset-aset penting seperti kesehatan, properti dan kendaraan terlindungi oleh asuransi.

Ini dapat membantu mengurangi beban keuangan akibat kejadian yang tidak terduga.

4. Memperkuat literasi keuangan

Memahami produk keuangan dan risiko yang terkait dapat membantu mengambil keputusan yang lebih bijak dalam mengelola keuangan pribadi.

5. Rencana keuangan jangka panjang

Fokus pada tujuan jangka panjang seperti dana pendidikan, pembelian rumah atau pensiun, dapat membantu menjaga disiplin keuangan meskipun ada gangguan ekonomi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK