Akurat
Pemprov Sumsel

XRP, Solana dan Altcoin Kompak Naik Usai Rencana Pembentukan Cadangan Stratagis Berbasis Kripto oleh Trump

Hefriday | 18 Januari 2025, 18:49 WIB
XRP, Solana dan Altcoin Kompak Naik Usai Rencana Pembentukan Cadangan Stratagis Berbasis Kripto oleh Trump

AKURAT.CO Dunia kripto kembali bergejolak setelah muncul laporan bahwa Donald Trump, Presiden terpilih Amerika Serikat, terbuka terhadap gagasan pembentukan cadangan strategis berbasis mata uang kripto. Langkah ini dipandang sebagai gebrakan untuk memperkuat posisi AS sebagai pemimpin dalam inovasi teknologi finansial.

Rumor ini langsung berdampak pada pergerakan harga sejumlah aset kripto, seperti Bitcoin, XRP (Ripple), dan Solana, yang melesat dalam beberapa hari terakhir. Dilansir dari CoinMarketCap, pada hari ini (18/1/2025), Bitcoin, XRP, dan Solana masing-masing mencatatkan kenaikan signifikan dalam tujuh hari terakhir. 
 
Bitcoin naik 10,5%, XRP melonjak 37,5%, dan Solana tumbuh 16,84%. Sementara secara year-to-date (ytd), ketiga aset ini juga berada di zona hijau, dengan Bitcoin menguat 11,84%, XRP naik 39,24%, dan Solana bertambah 13,17%.  
 
Kenaikan ini diyakini sebagai dampak dari laporan media seperti The New York Post, yang menyebutkan bahwa Trump dan timnya sedang mempertimbangkan pembentukan cadangan strategis berbasis kripto, dengan memprioritaskan aset-aset yang berasal dari AS seperti USD Coin (USDC), XRP, dan Solana.  
 
Langkah Trump ini dinilai sebagai bagian dari upaya strategis untuk memperkuat ekonomi AS melalui adopsi teknologi blockchain. Dalam laporan yang dirilis pada 16 Januari 2025, Trump disebut terbuka terhadap gagasan menjadikan kripto sebagai bagian dari cadangan nasional, meskipun ada spekulasi bahwa Bitcoin tidak akan menjadi prioritas utama.  
 
 
Menurut sumber anonim, pemerintah AS ingin fokus pada kripto yang memiliki basis di Negeri Paman Sam, seperti USDC, stablecoin dengan nilai tetap pada USD1; Solana, yang saat ini dihargai USD210,53; dan XRP, yang diperdagangkan di kisaran USD3,26.  
 
Spekulasi tentang rencana ini semakin memanas setelah Trump dilaporkan menghadiri makan malam dengan CEO Ripple, Brad Garlinghouse, dan kepala bagian hukum Ripple, Stuart Alderoty. Dalam unggahan di media sosial, Garlinghouse menyebut pertemuan tersebut sebagai “awal yang kuat untuk 2025.”  
 
Tak lama setelah kabar ini beredar, harga XRP langsung meroket hingga 9% hanya dalam semalam. Hal serupa juga terjadi pada Solana, yang mencatatkan lonjakan 5% dalam waktu singkat.  
 
Meski kabar ini disambut baik oleh sebagian komunitas kripto, tidak semua pihak optimis. Banyak pengamat menilai bahwa langkah pemerintah untuk membeli altcoin seperti XRP dan Solana dapat menimbulkan risiko besar, terutama terkait volatilitas aset tersebut.  
 
“Ini ide yang konyol dan tidak akan pernah terjadi. Pemerintah seharusnya tidak mengambil risiko besar dengan membuat taruhan modal ventura pada altcoin,” ujar pendiri hedge fund Lekker Capital, Quinn Thompson, melalui unggahan di platform X (sebelumnya Twitter) dilansir Reuters, Sabtu (18/1/2025). 
 
Pendapat serupa diutarakan oleh mitra umum di Innovating Capital Anthony Georgiades. Ia menyebut langkah ini bisa melemahkan prinsip desentralisasi yang menjadi dasar dari teknologi blockchain. “Saat ini, Bitcoin adalah satu-satunya aset yang benar-benar murni terdesentralisasi. Langkah ini berpotensi melemahkan nilai inti ekonomi blockchain,” katanya.  
 
Selain pembentukan cadangan strategis, banyak pihak berharap kebijakan Trump akan membawa angin segar bagi dunia kripto, terutama setelah empat tahun “teror regulasi” di bawah pemerintahan sebelumnya. Penunjukan Paul Atkins sebagai Ketua SEC menggantikan Gary Gensler dipandang sebagai sinyal positif untuk regulasi yang lebih mendukung inovasi.  
 
Tak hanya itu, David Sacks, yang dikenal sebagai pendukung industri kripto, ditunjuk sebagai “crypto czar.” Hal ini semakin memperkuat keyakinan bahwa pemerintahan Trump akan mendorong adopsi kripto secara luas.  
 
Rencana pembentukan cadangan strategis ini tidak hanya memengaruhi pasar kripto di AS, tetapi juga membawa implikasi besar bagi perekonomian global. Di tengah dominasi dolar AS yang mulai ditantang oleh mata uang digital, langkah ini dipandang sebagai strategi untuk mempertahankan posisi AS sebagai pemimpin ekonomi dunia.  
 
Namun, para ahli juga mengingatkan bahwa keputusan ini harus diambil dengan hati-hati. “Jika langkah ini tidak dilakukan dengan benar, bisa saja AS kehilangan kredibilitas di pasar kripto global,” ujar Almeida, seorang analis industri blockchain.  
 
Dengan pelantikan Donald Trump yang tinggal menghitung hari, dunia kripto kini berada di persimpangan. Apakah kebijakan pro-kripto ini akan membawa revolusi besar bagi industri blockchain, atau justru memicu kontroversi baru? Hanya waktu yang akan menjawab.  
 
Namun satu hal yang pasti, langkah Trump untuk membuka peluang pembentukan cadangan strategis berbasis kripto telah berhasil menghidupkan kembali optimisme di pasar. Bagi para investor, ini mungkin saat yang tepat untuk memantau perkembangan lebih lanjut dan mengambil langkah strategis.  
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa