Sektor Teknologi Punya Prospek Cerah di 2025, GOTO dan BELI Layak Jadi Buruan Utama
Hefriday | 19 Januari 2025, 20:07 WIB

AKURAT.CO Sektor teknologi diprediksi terus menunjukkan pertumbuhan yang solid pada tahun 2025, didukung oleh fundamental yang semakin kuat. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) menjadi rekomendasi utama dari berbagai analis, salah satunya BRI Danareksa Sekuritas.
Optimisme ini didorong oleh perkembangan ekonomi internet yang pesat, peningkatan penetrasi layanan digital, dan inovasi di sektor e-commerce serta on-demand service (ODS).
Berdasarkan laporan Google, ekonomi internet di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, diperkirakan akan mencatat pertumbuhan Gross Merchandise Value (GMV) rata-rata 14% per tahun selama 2024-2030. Pertumbuhan ini mencerminkan potensi besar yang belum tergarap sepenuhnya, terutama di Indonesia.
Menurut laporan Bursa Efek Indonesia, BRI Danareksa Sekuritas mengidentifikasi penetrasi e-commerce yang masih rendah, yakni sekitar 17%, sebagai salah satu peluang utama. Demokratisasi layanan digital melalui media sosial, teknologi kecerdasan buatan (AI), dan fintech akan menjadi pendorong utama pertumbuhan di sektor ini.
"Social commerce menjadi salah satu elemen penting dalam peta persaingan e-commerce. TikTok dan Shopee bersaing ketat dalam memimpin pasar ini. TikTok berhasil melampaui Shopee dalam jumlah unduhan aplikasi dan penetrasi penggunaannya, sementara Lazada dan Blibli terus berupaya meningkatkan layanan mereka melalui diversifikasi produk dan optimalisasi Total Processing Value (TPV)," tulis riset BRI Danareksa Sekuritas, dikutip Minggu (19/1/2025).
Diversifikasi layanan ini tidak hanya mendorong loyalitas pelanggan tetapi juga memperkuat daya saing masing-masing platform. Peningkatan kualitas layanan menjadi kunci utama untuk mempertahankan posisi di pasar yang semakin kompetitif.
Ekspansi bisnis layanan on-demand service (ODS) juga mencatat kemajuan signifikan. Diversifikasi produk dalam berbagai segmen serta implementasi model berbasis langganan menjadi pendorong utama pertumbuhan GMV di sektor ini. Pada kuartal III-2024, margin kontribusi ODS tercatat sebesar 1,1% hingga 4,8% dari GMV, sementara margin EBITDA mencapai 0,1% hingga 1,9%.
BRI Danareksa Sekuritas optimis bahwa margin kontribusi dan EBITDA ODS akan terus meningkat pada 2025. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa bisnis ODS tidak hanya berhasil menarik pelanggan baru tetapi juga meningkatkan profitabilitas melalui loyalitas pelanggan yang semakin tinggi.
Prospek cerah sektor teknologi juga diperkuat oleh pengembangan infrastruktur keuangan modern di Indonesia. Implementasi QRIS, layanan paylater, dan kemajuan fintech berbasis cloud memberikan momentum positif untuk mendukung pertumbuhan sektor ini.
Fintech muncul sebagai salah satu pilar utama dalam ekosistem teknologi Indonesia. Dengan memanfaatkan wawasan dari platform teknologi, fintech mampu membuka peluang baru untuk peningkatan valuasi perusahaan. Hal ini menciptakan sinergi yang memperkuat fundamental sektor teknologi secara keseluruhan.
Sedangkan BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan peringkat overweight untuk sektor teknologi. Saham GOTO menjadi pilihan utama dengan rekomendasi buy dan target harga Rp90 per lembar saham.
GOTO dianggap memiliki potensi besar berkat portofolio bisnisnya yang luas, mulai dari transportasi online, e-commerce, hingga layanan keuangan.
Selain itu, saham BELI juga masuk dalam rekomendasi utama dengan target harga Rp520. Blibli dinilai mampu bersaing di pasar e-commerce melalui strategi diversifikasi produk dan peningkatan layanan pelanggan. Fokus perusahaan pada pengembangan teknologi logistik juga menjadi nilai tambah yang menarik bagi investor.
Meskipun prospek sektor teknologi terlihat cerah, beberapa risiko tetap perlu diwaspadai. Salah satu risiko utama adalah masuknya pendatang baru ke pasar, yang dapat meningkatkan intensitas persaingan. Perusahaan teknologi perlu terus berinovasi dan memperkuat strategi mereka untuk mempertahankan pangsa pasar.
Selain itu, ketergantungan pada teknologi dan data pelanggan juga menimbulkan risiko keamanan yang harus dikelola dengan baik. Perusahaan di sektor ini perlu memastikan bahwa mereka memiliki sistem perlindungan data yang andal untuk menjaga kepercayaan pelanggan.
Arah margin kontribusi dan EBITDA di sektor teknologi menunjukkan bahwa bisnis ini semakin skalabel. Hal ini memberikan keyakinan bahwa pertumbuhan pendapatan akan terus berlanjut, seiring dengan peningkatan efisiensi operasional.
Platform berbasis cloud memiliki peran penting dalam mendukung skalabilitas ini. Dengan adopsi teknologi yang lebih canggih, perusahaan teknologi dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing mereka di pasar global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










