IHSG Hari Ini Ditaksir Konsolidasi ke 7.200 - 7.250, Saham ACES hingga TOWR Layak Dilirik

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (24/1/2025), bergerak dalam pola konsolidasi di tengah antisipasi pasar terhadap rilis kinerja keuangan emiten untuk tahun 2024. Saham ACES menjadi salah satu yang bisa dilirik investor.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, IHSG hari ini diproyeksikan bergerak fluktuatif dalam rentang 7.200–7.250, dengan resistance di level 7.300.
Pergerakan IHSG yang cenderung konsolidatif ini terjadi setelah sebelumnya mengalami pullback pada Kamis, 23 Januari 2025, akibat aksi ambil untung (profit taking), terutama pada saham-saham perbankan besar.
Dalam laporan risetnya, Phintraco Sekuritas menyoroti beberapa faktor, baik internal maupun eksternal, yang memengaruhi dinamika pasar saham di Indonesia.
Pada perdagangan Kamis (23/1/2025), IHSG ditutup melemah setelah gagal menembus level resistance di 7.300.
Baca Juga: Prospek Saham Chevron dan Exxonmobil Moncer di Era Trump
Tekanan utama berasal dari aksi profit taking pada sejumlah saham perbankan besar, seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang mencatatkan penurunan 2,96%.
Sementara itu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menunjukkan pola gravestone doji, ditutup flat (0%) meskipun perusahaan tersebut baru saja merilis laporan pertumbuhan laba bersih sebesar 12,7% year-on-year (yoy) menjadi Rp54,8 miliar pada 2024.
Fenomena ini menunjukkan adanya kecenderungan pola “sell on news,” di mana investor cenderung menjual saham setelah adanya pengumuman positif terkait kinerja keuangan.
Berbeda dengan saham-saham lain di sektor perbankan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), yang dijadwalkan merilis laporan keuangannya pada pekan depan (30 Januari 2025), justru mengalami penguatan hampir 1%.
Hal ini menunjukkan optimisme pasar terhadap prospek kinerja keuangan BBRI.
Selain faktor teknikal, pasar juga menantikan data realisasi investasi, termasuk investasi langsung asing (Foreign Direct Investment/FDI) untuk kuartal IV-2024.
Data ini menjadi penting, terutama dalam konteks 100 hari pertama kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Kinerja investasi, khususnya realisasi FDI, dipandang sebagai salah satu indikator utama yang mencerminkan efektivitas kebijakan ekonomi pemerintahan baru.
Jika data ini menunjukkan tren positif, hal tersebut dapat memberikan sentimen positif bagi pasar saham.
Dari sisi eksternal, perhatian pasar juga tertuju pada kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ), yang diperkirakan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 0,50% pada hari ini. Langkah ini, jika terwujud, akan menjadi yang pertama kali dalam lebih dari satu dekade.
Menurut Phintraco Sekuritas, kenaikan suku bunga BoJ berpotensi memicu aksi jual pada obligasi Amerika Serikat (AS), mengingat investor Jepang merupakan salah satu pemegang terbesar surat utang pemerintah AS.
Kondisi ini dapat menyebabkan pelemahan Indeks Dolar AS, yang pada akhirnya berpotensi mendorong penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.
Penguatan Rupiah ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap sektor-sektor yang sensitif terhadap kurs, seperti sektor konsumer, telekomunikasi, dan properti.
Di tengah pergerakan IHSG yang konsolidatif, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang dianggap berpotensi memberikan keuntungan. Kelima saham tersebut adalah:
1. ACES (PT Ace Hardware Indonesia Tbk)
Saham ini dianggap menarik karena memiliki prospek pertumbuhan yang baik di sektor ritel, didukung oleh meningkatnya daya beli masyarakat.
2. EXCL (PT XL Axiata Tbk)
Saham dari sektor telekomunikasi ini berpotensi diuntungkan oleh penguatan Rupiah, yang dapat menekan biaya operasional perusahaan.
3. ERAA (PT Erajaya Swasembada Tbk)
Saham distributor elektronik ini diuntungkan oleh tren konsumsi elektronik yang tetap tinggi, terutama menjelang rilis gadget baru.
4. MYOR (PT Mayora Indah Tbk)
Emiten sektor konsumer ini memiliki prospek cerah seiring dengan potensi peningkatan ekspor produk makanan dan minuman.
5. TOWR (PT Sarana Menara Nusantara Tbk)
Saham ini dipandang menarik karena terus meningkatkan portofolio menara telekomunikasi di seluruh Indonesia.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan para investor untuk memperhatikan level teknikal dari saham-saham ini guna mendapatkan momentum yang tepat untuk membeli.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










