Remixpoint Getol Akumulasi Kripto, Tembus JPY10 Miliar
Hefriday | 16 Februari 2025, 23:26 WIB

AKURAT.CO Remixpoint, perusahaan konsultan energi asal Jepang, semakin agresif dalam mengakumulasi aset mata uang kripto.
Dalam sembilan bulan yang berakhir pada 31 Desember 2025, perusahaan ini meningkatkan kepemilikannya lebih dari 8.000%, mendekati target investasi sebesar JPY10 miliar atau sekitar USD65 juta.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru dan dikutip dari berbagai sumber, Minggu (16/2/2025), Remixpoint memegang aset kripto senilai JPY5,8 miliar (USD 38 juta) pada akhir 2024, naik signifikan dari hanya JPY68 juta pada 31 Maret 2024.
Hingga 13 Februari 2025, perusahaan telah menghabiskan JPY9 miliar untuk investasi kripto, meskipun belum mengungkapkan nilai kepemilikan terkini.
Ekspansi bisnis ke sektor kripto ini menjadi langkah strategis bagi Remixpoint yang sebelumnya berfokus pada konsultasi energi.
Perusahaan mulai berinvestasi dalam bitcoin (BTC) sebagai lindung nilai terhadap depresiasi yen Jepang, mengikuti strategi yang dilakukan Metaplanet.
Keputusan ini terbukti berdampak signifikan, dengan harga saham Remixpoint melonjak lebih dari 360 persen setelah kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat.
Sebagian besar dana investasi Remixpoint dialokasikan untuk bitcoin, sementara aset lainnya mencakup ether (ETH), solana (SOL), XRP, dan dogecoin (DOGE).
Dalam laporan laba kuartal ketiga fiskal, perusahaan mencatat keuntungan sebesar JPY1,35 miliar, dengan keuntungan yang belum direalisasi dari kepemilikan kripto mencapai JPY658 juta.
Sejak November 2024, Remixpoint mulai mengakui keuntungan dan kerugian valuasi dari aset kripto sebagai bagian dari pendapatan. Hal ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjadikan mata uang digital sebagai salah satu instrumen investasi utama.
Namun, langkah agresif ini juga menghadapi tantangan. Saham Remixpoint anjlok 15% pada 14 Februari 2025, meskipun indeks Nikkei 225 hanya mengalami penurunan 0,79% pada hari yang sama.
Fluktuasi ini mencerminkan tingginya volatilitas pasar kripto serta dinamika ekonomi global yang terus berkembang.
Sementara itu, tren investasi kripto juga terlihat di Indonesia. Platform perdagangan aset digital Tokocrypto mencatat lonjakan transaksi hingga tiga kali lipat pada 2024, dengan total nilai transaksi mencapai Rp650,61 triliun.
Dari jumlah tersebut, Tokocrypto berkontribusi sekitar 25 persen atau Rp160 triliun, menjadikannya pemimpin pasar di sektor ini.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari strategi bisnis yang tepat dan adaptasi cepat terhadap dinamika pasar.
"Kami optimis terhadap pertumbuhan industri ini pada 2025 dan menargetkan peningkatan transaksi hingga tiga kali lipat lagi, seiring dengan tren bull market yang masih berlanjut," ujarnya.
Dengan lebih dari 4 juta pengguna terdaftar, Tokocrypto mencatat rata-rata volume transaksi sekitar USD300 juta per bulan pada semester II-2024. Mayoritas pengguna berasal dari kelompok usia 18-35 tahun, dengan dominasi dari wilayah Jabodetabek, Jawa, dan Bali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









