Tingkatkan Pemasukan Pajak Negara, Hong Kong Ingin Legalkan Taruhan Bola Basket

AKURAT.CO Pemerintah Hong Kong sedang mempertimbangkan untuk melegalkan taruhan bola basket sebagai cara meningkatkan pemasukan pajak. Jika rencana ini benar-benar terealisasi, bukan hanya kas negara yang diuntungkan, tetapi industri perjudian lainnya juga berpotensi makin berkembang.
Seperti yang diketahui, selama ini, Hong Kong hanya mengizinkan taruhan legal pada pacuan kuda dan sepak bola. Namun, beberapa waktu lalu Sekretaris Keuangan Hongkong, Paul Chan dikabarkan tengah mengkaji kemungkinan memperluas cakupan judi olahraga dengan memasukkan bola basket.
Mengutip dari laman South China Morning Post, langkah ini diambil untuk mendongkrak pemasukan pajak dari sektor perjudian yang saat ini menjadi salah satu sumber pendapatan terbesar bagi Hong Kong.
"Saat ini, pajak atas taruhan pacuan kuda bisa mencapai 75% dari keuntungan bersih, sementara taruhan sepak bola dikenakan pajak sebesar 50%. Dengan masuknya taruhan bola basket, jumlah pemasukan pajak diprediksi bisa meningkat secara signifikan," paparnya.
Baca Juga: Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi, Thailand Siapkan Regulasi Kasino
Senada dengan Paul, CEO Hong Kong Jockey Club (HKJC), Winfried Engelbrecht Bresges, tampaknya sudah sejak lama mendorong legalisasi taruhan bola basket.
Sebab menurutnya Bresges, pasar tersebut memang memiliki potensi besar dengan proyeksi perputaran dana hingga HKD52,5 miliar.
Sebagai perbandingan, lanjut Bresges, total pendapatan dari taruhan sepak bola pada 2024 mencapai HKD160 miliar. Dengan popularitas NBA dan liga bola basket lainnya yang semakin meningkat di Asia, legalisasi taruhan bola basket bisa menjadi peluang besar bagi industri perjudian di Hong Kong.
Oleh karena itu, apabila taruhan bola basket dilegalkan, maka tidak menutup kemungkinan industri judi di Hong Kong tentu akan semakin berkembang. Namun, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan, seperti peningkatan kasus kecanduan judi dan potensi meningkatnya aktivitas taruhan ilegal yang sulit dikontrol.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








