Akurat
Pemprov Sumsel

BNI Cetak Pertumbuhan Kredit 10,3 Persen di Januari 2025, Tembus Rp749,8 Triliun

Demi Ermansyah | 28 Februari 2025, 23:44 WIB
BNI Cetak Pertumbuhan Kredit 10,3 Persen di Januari 2025, Tembus Rp749,8 Triliun

AKURAT.CO Memasuki tahun 2025, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus menjaga kinerja positifnya meski kondisi ekonomi global dan domestik masih dinamis.

BNI sukses mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 10,3% secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan total penyaluran kredit mencapai Rp749,8 triliun pada Januari 2025.  

Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, menegaskan bahwa perseroan tetap berfokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan.

Hal ini dibuktikan dengan peningkatan laba bersih yang mencapai Rp1,63 triliun pada Januari 2025, naik 9,7% dibandingkan Januari tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,48 triliun.  

"Kami punya strategi untuk terus menjaga kualitas kredit dan memastikan profitabilitas tetap terjaga. Ini terlihat dari pertumbuhan kredit di segmen korporasi yang naik 17 persen dan kredit konsumer yang meningkat 14 persen secara tahunan," ujar Royke dalam keterangannya, Jumat (28/2/2025).  

Baca Juga: BNI Gandeng Tiga Supermarket Gelar Shopping Race 2025

Salah satu kunci keberhasilan BNI dalam menjaga pertumbuhan adalah disiplin dalam mengelola portofolio kredit. Perseroan tetap mengutamakan sektor-sektor dengan risiko rendah, yang terbukti efektif dalam menjaga kualitas aset.  

Saat ini, lanjutnya, credit cost BNI berada di level 1%, yang menunjukkan bahwa bank berhasil mengendalikan risiko kredit dengan baik.
 
Selain itu, tekanan terhadap net interest margin (NIM) juga mulai berkurang sejak awal tahun ini, seiring dengan tren penurunan yield pada instrumen Surat Berharga Rupiah Indonesia (SRBI).  

"Kami terus mengoptimalkan strategi perbankan berbasis risiko, agar kredit tetap tumbuh tanpa mengorbankan kualitas. Ini yang membuat kinerja kami tetap solid," tambah Royke. 
 
Selain strategi internal, kondisi makroekonomi juga ikut memberi keuntungan bagi BNI. Salah satunya adalah kebijakan penempatan 100% devisa hasil ekspor (DHE) di perbankan nasional selama satu tahun, yang berpotensi meningkatkan likuiditas pada semester kedua 2025.  

Hal ini akan memberikan ruang lebih bagi BNI untuk memperluas ekspansi kredit, terutama di sektor-sektor yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.  
 
Di tengah pertumbuhan laba yang stabil, BNI juga berencana mengusulkan dividend payout ratio yang lebih besar pada 26 Maret 2025. Tahun lalu, perseroan membagikan dividen sebesar 50% dari total laba bersih tahun buku 2023, atau sekitar Rp10,45 triliun.  

Dengan pencapaian ini, BNI semakin percaya diri untuk memberikan nilai tambah bagi investor dan seluruh pemangku kepentingan.  

"Kami optimistis bisa terus menjaga kinerja positif di 2025, dengan strategi yang sudah kami siapkan. Fokus kami tetap pada pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan," ucap Royke.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.