AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan berat pada Jumat (21/3/2025), ditutup anjlok 123,49 poin atau 1,94% ke level 6.258,1.
Ini mengakhiri tren penguatan yang sempat terjadi dalam dua hari sebelumnya. Namun, di tengah pelemahan pasar, beberapa saham justru melesat tajam, bahkan ada yang mencapai batas auto rejection atas (ARA).
Berdasarkan data RTI, total nilai transaksi di bursa mencapai Rp21,02 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 21,1 miliar saham dalam 1.263.710 kali transaksi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 135 saham naik, 476 saham turun, dan 187 saham stagnan.
Meski IHSG tertekan, ada beberapa saham yang tetap bersinar di tengah keterpurukan pasar. Dua saham yang paling mencolok adalah PT Perma Plasindo Tbk (BINO) dan PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY). Keduanya berhasil mentok di batas ARA setelah mengalami lonjakan harga yang luar biasa.
Saham BINO mencatat kenaikan fantastis 34,3% menjadi Rp 176 per lembar. Sementara itu, saham RONY melesat 25% ke level Rp2.750. Kenaikan ini membuat kedua saham tersebut menjadi bintang di tengah pelemahan pasar.
Baca Juga: IHSG Sempat Anjlok, Misbakhun: Komunikasi KSSK ke Pasar Harus Diperbaiki
Tak hanya BINO dan RONY, beberapa saham lainnya juga mencetak keuntungan besar yaitu, PT Penta Valent Tbk (PEVE) naik 10,6% ke Rp290, PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP) meningkat 10% menjadi Rp11 dan terakhir PT Hillcon Tbk (HILL) naik 9,9% ke Rp322
Keberhasilan saham-saham ini menantang arus penurunan IHSG menjadi perhatian pelaku pasar. Pasalnya, ketika mayoritas saham rontok, mereka justru menunjukkan daya tahan dan bahkan mencetak keuntungan besar.
Penurunan IHSG kali ini tidak main-main. Semua sektor saham mengalami pelemahan, dengan sektor teknologi mencatat penurunan terdalam sebesar 4,1%.
Sektor lain yang juga mengalami tekanan besar di antaranya, Barang konsumsi non-primer turun 3,9%, Barang konsumsi primer melemah 2,6%, Properti terkoreksi 2,4%, Kesehatan turun 2,3%
Di sisi lain, indeks saham di Asia juga menunjukkan pelemahan. Shanghai Composite (China) turun 1,2%, Hang Seng (Hong Kong) anjlok 2,1%, Straits Times (Singapura) melemah 0,1%, dan Nikkei (Jepang) turun 0,2%.
Dikutip dari laman Investor, menurut analisis Pilarmas Investindo Sekuritas, IHSG hari ini tertekan oleh kombinasi sentimen negatif dari dalam dan luar negeri. Dari sisi eksternal, pelemahan indeks saham di Amerika Serikat masih menjadi faktor utama yang menyeret pasar Asia.
"Pasar masih mencermati data ekonomi terbaru dari AS, terutama terkait kebijakan tarif yang diambil oleh Presiden Donald Trump," tulis Pilarmas dalam risetnya.
Sementara dari sisi domestik, IHSG terkena dampak dari aksi rebalancing indeks FTSE Russell yang secara resmi dilakukan hari ini. Rebalancing ini menyebabkan perubahan komposisi indeks global, termasuk beberapa saham dari Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










