Akurat
Pemprov Sumsel

Stabilkan Harga Tanpa Ganggu Operasional, Mayora TBK Buyback Saham hingga Rp1 Triliun

Hefriday | 2 April 2025, 18:00 WIB
Stabilkan Harga Tanpa Ganggu Operasional, Mayora TBK Buyback Saham hingga Rp1 Triliun

AKURAT.CO PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan alokasi dana hingga Rp1 triliun.

Aksi korporasi ini berlangsung selama tiga bulan, mulai 27 Maret hingga 27 Juni 2025. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga stabilitas harga saham di pasar.

Dikutip dari laman Invest, dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada Rabu (2/4/2025), manajemen Mayora menjelaskan bahwa dana buyback akan berasal dari saldo kas internal.

"Perseroan telah menyisihkan sejumlah dana untuk buyback yang berasal dari dana lebih yang tidak akan mengganggu operasional perseroan," ujar pihak manajemen.

Baca Juga: Trump Berlakukan Tarif Otomotif, Saham Produsen Mobil Babak Belur

Dana sebesar Rp1 triliun tersebut mencakup biaya transaksi, biaya perantara perdagangan, serta biaya lainnya yang terkait dengan proses buyback. Meski demikian, perusahaan tidak merinci jumlah saham yang akan dibeli kembali.

Namun, manajemen memastikan bahwa total saham yang akan di-buyback tidak akan melebihi 20% dari jumlah modal yang ditempatkan.

Mayora menegaskan bahwa aksi buyback ini tidak akan berdampak signifikan terhadap kinerja usaha dan pendapatan perusahaan.

"Pelaksanaan buyback tidak akan memengaruhi secara material karena saldo laba dan arus kas kami masih mencukupi kebutuhan dana untuk buyback," tambah manajemen.

Berdasarkan laporan keuangan tahun 2024, Mayora mencatat kas dan setara kas sebesar Rp4,6 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,15 triliun. Sementara itu, ekuitas perseroan mencapai Rp17,10 triliun, yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan yang sehat.

Baca Juga: Pasar Saham Libur 9 Hari, BEI Sesuaikan Jadwal dengan Libur Nasional

Buyback saham ini dilakukan di tengah kebijakan relaksasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang memungkinkan emiten melakukan buyback tanpa persetujuan pemegang saham. Kebijakan ini menjadi momentum bagi perusahaan-perusahaan dengan kondisi keuangan kuat, seperti Mayora, untuk menjaga harga saham mereka tetap stabil di pasar modal.

Menurut analis Maybank Sekuritas Indonesia, Willy Goutama, kebijakan buyback yang dilonggarkan oleh OJK dapat mendorong lebih banyak emiten sektor konsumer untuk mengambil langkah serupa.

"Relaksasi OJK berpotensi meningkatkan jumlah buyback di sektor konsumer, karena mayoritas perusahaan memiliki arus kas bebas yang kuat dan rasio kepemilikan kas terhadap kapitalisasi pasar yang tinggi," ujarnya.

Maybank Sekuritas juga tetap merekomendasikan MYOR sebagai salah satu saham konsumer unggulan dengan target harga Rp3.500 per lembar saham.

"Rekomendasi beli utama kami mencakup MYOR, ICBP, dan MAPI, sementara rekomendasi jual diberikan kepada GGRM, LPPF, dan UNVR," ungkap Willy.

Namun, beberapa tantangan tetap membayangi sektor konsumer, seperti potensi kenaikan biaya bahan baku, pengenaan pajak gula, serta meningkatnya persaingan dengan pemain baru yang agresif. Faktor-faktor ini perlu dicermati investor sebelum mengambil keputusan investasi di saham konsumer.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa