AKURAT.CO Pemerintah terus menggenjot pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi desa.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengungkapkan, terdapat tiga sumber utama pembentukan koperasi ini guna mencapai target ambisius sebanyak 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia.
“Untuk Koperasi Desa Merah Putih ini, sumbernya ada tiga,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (22/4/2025).
Dirinya menjelaskan, sumber pertama berasal dari koperasi baru yang dibentuk khusus untuk menjadi Kopdes Merah Putih. Sumber kedua, berasal dari koperasi yang telah ada dan berstatus aktif dengan performa baik, yang kemudian akan dikonversi menjadi Kopdes Merah Putih.
Sementara itu, sumber ketiga berasal dari koperasi eksisting yang selama ini tidak aktif. Koperasi-koperasi tersebut akan direvitalisasi agar kembali berfungsi dan memenuhi kriteria untuk menjadi bagian dari program ini.
Pendekatan revitalisasi ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memaksimalkan potensi kelembagaan ekonomi yang sempat mandek di tingkat desa.
Sudaryono juga menekankan bahwa model koperasi yang akan diterapkan di setiap desa tidak bersifat seragam. Penentuan model tersebut dilakukan melalui musyawarah desa yang difasilitasi oleh kepala desa.
Proses ini dianggap penting agar koperasi yang dibentuk benar-benar menjawab kebutuhan dan kondisi spesifik di masing-masing desa.
Menurutnya, sejumlah desa telah melaksanakan sosialisasi dan musyawarah terkait pembentukan koperasi tersebut.
"Pemerintah pun secara aktif akan memantau dan mengevaluasi desa-desa yang sudah ataupun belum menyelenggarakan tahapan awal pembentukan Kopdes Merah Putih," katanya.
Upaya ini menjadi bagian dari tahapan menuju peluncuran nasional program pada 12 Juli 2025 mendatang.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi menyatakan bahwa anggaran pembentukan 80 ribu Kopdes Merah Putih diperkirakan mencapai Rp400 triliun.
Anggaran ini mencakup aspek pendirian, pembinaan, dan dukungan operasional bagi koperasi desa di seluruh Indonesia.
Budi Arie juga menyebutkan bahwa setiap unit Kopdes Merah Putih memiliki potensi keuntungan hingga Rp1 miliar per tahun.
"Jika target 80 ribu koperasi berhasil direalisasikan, potensi keuntungan secara nasional bisa mencapai Rp80 triliun per tahun," ujar Budi.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan koperasi tidak semata-mata bergantung pada pembiayaan, namun sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.
Oleh karena itu, Kementerian Koperasi akan memfokuskan perhatian pada peningkatan kompetensi para pengurus dan pengawas koperasi.
Beberapa program yang disiapkan untuk mendukung SDM koperasi mencakup pelatihan, pendampingan, supervisi, sertifikasi, hingga penyediaan asisten bisnis.
Untuk menjangkau wilayah yang lebih luas, pemerintah mempertimbangkan opsi pelatihan secara daring dan hibrida agar efisien serta mudah diakses oleh masyarakat desa.
Kementerian Koperasi memperkirakan, dari pembentukan 80 ribu Kopdes Merah Putih ini, akan terlibat sekitar 400 ribu pengurus koperasi dan 1,2 juta orang yang berperan dalam mengelola unit-unit usaha di dalamnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









