Gandeng Danantara, Kadin Siap Jajaki Sinergi Strategis Investasi Nasional

AKURAT.CO Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia kembali menyelenggarakan forum bulanan bertajuk Monthly Economic Diplomatic Breakfast yang digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta.
Agenda tersebut menjadi ajang pertemuan strategis antara Kadin dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) untuk membahas peluang kolaborasi dalam mendorong efisiensi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta percepatan investasi nasional.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara Kadin dan Danantara. Menurutnya, pertemuan ini berpotensi membuka babak baru dalam tata kelola investasi nasional yang lebih efisien dan berdaya saing tinggi.
“Pertemuan dengan pihak Danantara di Los Angeles menunjukkan semangat baru dan menjadi terobosan besar untuk mendorong efisiensi BUMN sekaligus meningkatkan kapasitas investasi nasional,” ujar Anin dalam keterangan yang diterima, Sabtu (10/5/2025).
Baca Juga: Kadin dan Danantara Lobi Investor AS
Anin mengungkapkan bahwa aset yang dikelola Danantara mencapai sekitar USD900 miliar, dengan imbal hasil tahunan sekitar USD10 miliar. Jika efisiensi ditingkatkan hanya 1% saja, maka potensi tambahan hasil bisa mencapai angka yang sama, yakni USD10 miliar per tahun.
"Ini bukan angka kecil, dampaknya bisa sangat signifikan terhadap pengembangan investasi nasional," tegasnya.
Lebih lanjut, Anin memuji struktur tata kelola Danantara yang dinilai mendorong perbaikan Good Corporate Governance. Ia menyoroti adanya restrukturisasi manajemen, seperti pengurangan jumlah direksi dan komisaris, sebagai indikator nyata dari perubahan menuju tata kelola yang lebih sehat dan efisien.
Tak hanya dari sisi struktur, Anin juga mengapresiasi keterlibatan sejumlah tokoh penting dalam tubuh Danantara, termasuk Chief Operating Officer Dony Oskaria, mantan Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani, serta Chief Investment Officer Pandu Patria Sjahrir. Menurutnya, kehadiran tokoh-tokoh ini mencerminkan kredibilitas dan pengalaman dalam pengelolaan investasi yang berdampak besar bagi negara.
"Kadin merasa terhormat bisa diajak untuk ikut menyukseskan Danantara. Karena badan ini bukan milik segelintir orang, melainkan bagian dari upaya kolektif membangun ekosistem investasi nasional yang lebih kokoh,” kata Anin.
Dalam konteks hubungan luar negeri, Anin juga membahas perkembangan diplomasi ekonomi Indonesia dengan Amerika Serikat. Ia menyoroti potensi peningkatan perdagangan bilateral yang bisa mencapai USD120 miliar dalam empat tahun mendatang.
Baca Juga: Bos Kadin Serukan Kerja Sama Setara Indonesia-AS di Forum Global Milken Institute 2025
Menurutnya, lonjakan tersebut bisa dicapai melalui peningkatan ekspor dan impor energi, serta kerja sama dalam bidang pertanian dan bahan pangan.
Indonesia, lanjut Anin, memiliki daya tarik tersendiri bagi negara mitra karena memiliki cadangan mineral kritis seperti nikel, tembaga, dan bauksit. Mineral-mineral ini menjadi komoditas yang sangat dibutuhkan dalam transisi energi global.
“Inilah kekuatan kita, dan Danantara bisa menjadi penghubung penting dalam menarik minat investasi dari negara-negara maju,” ujarnya.
Sementara itu, COO Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa Danantara berbeda dengan lembaga Sovereign Wealth Fund (SWF) pada umumnya.
Jika SWF banyak mengelola surplus anggaran negara, maka Danantara murni mengelola aset dan dividen BUMN tanpa campur tangan APBN.
“Kita tegaskan dari awal, tidak ada dana APBN yang digunakan. Investasi murni berasal dari dividen hasil pengelolaan BUMN,” ujar Dony.
Ia menekankan pentingnya komunikasi publik mengenai model bisnis Danantara agar tidak menimbulkan kesalahpahaman terkait risiko investasi.
"Kunci kesuksesan kami adalah pengelolaan BUMN yang profesional. Itulah sumber kekuatan kami," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










