AKURAT.CO Pengajuan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) untuk Dogecoin oleh Grayscale Investments hingga kini masih dalam tahap peninjauan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).
Proses evaluasi tersebut membuat investor global menaruh perhatian besar, terutama di tengah meningkatnya minat terhadap produk investasi kripto pasca-suksesnya peluncuran ETF Bitcoin dan Ethereum spot tahun lalu.
Pengajuan ETF Spot Dogecoin diajukan Grayscale pada Maret 2025, menyusul peluncuran produk Dogecoin Trust pada Januari tahun yang sama. Meski telah berlalu beberapa bulan, SEC belum juga memberikan keputusan resmi.
Situasi ini turut dialami lebih dari 70 pengajuan ETF altcoin lainnya, seperti XRP, Solana (SOL), Litecoin (LTC), dan aset digital lain yang masih menanti lampu hijau dari otoritas pasar modal AS tersebut.
Penundaan ini, meski menimbulkan kejenuhan di kalangan investor, dianggap sebagai bagian penting dari proses verifikasi kepatuhan terhadap aturan yang ditetapkan dalam Pasal 6(b)(5) Undang-Undang Bursa AS.
Baca Juga: DOGE Berpeluang Besar Naik, Ini Sebabnya
Regulasi tersebut mewajibkan ETF untuk menunjukkan bahwa produk yang diajukan bebas dari potensi manipulasi pasar serta memberikan perlindungan maksimal bagi investor.
Dikutip dari laman Pintu, Kamis (22/5/2025), dalam dokumen resminya, SEC menegaskan bahwa proses ini dilakukan untuk menganalisis lebih dalam aspek keamanan dan transparansi ETF.
Dari sisi lain, kepercayaan investor terhadap potensi persetujuan ETF Dogecoin tetap tinggi. Data dari platform prediksi Polymarket menunjukkan bahwa kemungkinan persetujuan ETF DOGE sebelum akhir Juli hanya sebesar 15%.
Analis Bloomberg, James Seyffart, dalam unggahan terbarunya di media sosial X, menepis dugaan adanya teori konspirasi di balik penundaan SEC. Menurutnya, proses panjang ini adalah prosedur standar yang juga dialami ETF Bitcoin sebelumnya.
Senada dengan Dogecoin, sejumlah altcoin lainnya juga menghadapi penundaan serupa. SEC juga belum mengambil keputusan atas pengajuan ETF untuk Solana dan XRP dari beberapa penerbit besar. Ini menunjukkan bahwa pendekatan SEC tetap hati-hati terhadap altcoin, meskipun aset kripto kian mendapat pengakuan di institusi keuangan global.
Apabila ETF Dogecoin mendapat persetujuan di kemudian hari, dampaknya diperkirakan akan signifikan bagi harga DOGE. Seperti yang dialami Bitcoin dan Ethereum, produk ETF spot berkontribusi besar terhadap arus masuk dana institusional yang mengangkat nilai pasar aset kripto secara keseluruhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










