Premi Asuransi Syariah Naik 8 Persen di April 2025, Tembus Rp9 Triliun
Hefriday | 16 Juni 2025, 17:16 WIB

AKURAT.CO Industri asuransi syariah di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan positif sepanjang awal 2025. Hingga April, total pendapatan premi dari asuransi syariah yang mencakup asuransi jiwa, asuransi umum, dan reasuransi mencapai Rp9,84 triliun.
Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 8,04% secara tahunan (year-on-year/yoy), menurut laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi indikator kuat bahwa produk-produk asuransi berbasis syariah semakin diminati oleh masyarakat.
"Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan syariah terus meningkat," ujar Ogi dalam keterangannya, Senin (16/6/2025).
Selain premi, OJK juga mencatat bahwa total klaim yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi syariah hingga April 2025 mencapai Rp7,39 triliun.
Angka ini naik sebesar 8,10% yoy, menunjukkan bahwa sektor ini tidak hanya berkembang dalam perolehan premi, tetapi juga dalam layanan terhadap nasabah.
Sementara itu, aset asuransi syariah juga mengalami pertumbuhan sebesar 4,35% yoy, yang menunjukkan penguatan posisi keuangan perusahaan asuransi syariah dalam menghadapi tantangan industri.
Dari sisi kontribusi terhadap industri asuransi secara keseluruhan, sektor syariah menyumbang 8,45% dari total premi asuransi komersial.
Meski porsi polis asuransi syariah baru sebesar 2,8% dari total polis, OJK optimistis pangsa pasar ini akan terus tumbuh seiring dengan meningkatnya literasi dan inklusi keuangan syariah.
Ogi menilai bahwa potensi industri asuransi syariah di Indonesia sangat besar, mengingat negara ini memiliki populasi Muslim terbesar di dunia.
Hal ini, menurutnya, menjadi peluang emas untuk terus memperluas penetrasi pasar, terutama di kalangan masyarakat yang mencari produk keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
Dirinya jga menekankan bahwa pertumbuhan industri ini tidak lepas dari dukungan regulasi yang semakin kuat dan inovasi produk yang terus berkembang.
“OJK bersama pelaku industri terus mendorong inovasi produk yang tidak hanya memenuhi prinsip syariah, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” tambah Ogi.
Secara umum, kinerja sektor jasa keuangan syariah masih mencatat pertumbuhan tahunan yang positif pada April 2025. Pembiayaan perbankan syariah misalnya, tumbuh 8,87% yoy menjadi Rp653,44 triliun.
Ini menandakan bahwa perbankan syariah masih menjadi tulang punggung intermediasi keuangan syariah nasional.
Tak hanya itu, piutang pembiayaan syariah juga tumbuh sebesar 8,03% yoy menjadi Rp28,76 triliun.
Pertumbuhan ini memperkuat optimisme terhadap stabilitas dan prospek cerah sektor keuangan syariah dalam jangka menengah hingga panjang.
Dari sisi lain, sektor pasar modal syariah turut mencatatkan kinerja positif. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat menguat 4,81% secara year-to-date (ytd) per Mei 2025.
Adapun aset kelolaan reksa dana syariah mengalami lonjakan signifikan hingga 16,74% yoy menjadi Rp59,01 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









