Akurat
Pemprov Sumsel

Gejolak Ekonomi, Masyarakat Kian Aktif Cari Alternatif Investasi

Hefriday | 6 Juli 2025, 16:51 WIB
Gejolak Ekonomi, Masyarakat Kian Aktif Cari Alternatif Investasi

AKURAT.CO Tekanan ekonomi yang belakangan ini dihadapi masyarakat Indonesia, mulai dari inflasi, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga ketidakpastian global, mendorong perubahan signifikan dalam cara masyarakat mengelola keuangan pribadi.

Laporan terbaru dari lembaga riset YouGov mencatat bahwa banyak individu kini lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan finansial, termasuk dalam hal menabung, berutang, dan berinvestasi.

Survei yang melibatkan 2.067 responden dewasa di Indonesia ini menunjukkan adanya peningkatan literasi digital di kalangan masyarakat. Hal ini tercermin dari minat yang terus tumbuh terhadap berbagai alternatif investasi, baik konvensional maupun digital.

Meskipun komoditas seperti emas masih menjadi pilihan utama karena dianggap aman dan stabil, tren menuju aset digital, termasuk mata uang kripto, tetap menunjukkan daya tarik yang kuat, terutama di kalangan generasi muda.

Temuan ini sejalan dengan hasil survei sebelumnya dari Consensys dan YouGov yang menyebutkan bahwa kesadaran masyarakat Indonesia terhadap aset digital berada di peringkat kedua tertinggi di Asia, bersaing ketat dengan Korea Selatan. Hal ini memperlihatkan potensi besar pertumbuhan ekosistem aset digital di tanah air.

Baca Juga: Bitcoin Tak Sekadar Zero Sum Game

Menanggapi fenomena tersebut, Chief Executive Officer Tokocrypto, Calvin Kizana, menyatakan bahwa kondisi ekonomi saat ini telah mendorong masyarakat untuk lebih aktif dan bijak dalam mengelola keuangannya. Menurutnya, terjadi perubahan paradigma dari sekadar menabung menjadi keinginan untuk mengembangkan aset dan menciptakan pertumbuhan nilai secara jangka panjang.

“Kami melihat perubahan signifikan dalam mindset keuangan masyarakat. Di tengah tekanan biaya hidup, semakin banyak orang yang mulai mencari cara untuk mengembangkan aset, bukan hanya menyimpannya. Ini momentum penting untuk memperkuat edukasi finansial dan pemahaman tentang instrumen investasi, termasuk kripto,” kata Calvin dalam keterangannya, Minggu (6/7/2025).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa aset digital seperti kripto kian menarik karena mudah diakses, bersifat terbuka, dan memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi. Apalagi, kemajuan teknologi blockchain yang menjadi dasar dari sistem kripto terus berkembang, memungkinkan terciptanya berbagai solusi keuangan yang lebih inklusif dan efisien.

Meski begitu, Calvin juga tidak menampik adanya perdebatan mengenai posisi Bitcoin dalam sistem keuangan global. Salah satu pandangan yang kerap muncul adalah bahwa Bitcoin dan aset kripto lainnya merupakan permainan zero-sum, di mana keuntungan satu pihak berarti kerugian pihak lain. Menanggapi hal ini, Calvin menegaskan bahwa pandangan tersebut tidak sepenuhnya tepat.

Menurutnya, Bitcoin merupakan contoh dari sistem positive sum game, yakni sebuah model yang memungkinkan semua pihak memperoleh manfaat secara kolektif melalui partisipasi, inovasi, dan kolaborasi di dalam ekosistem terbuka. “Bitcoin bukan zero sum game karena nilainya tidak hanya datang dari spekulasi, tapi dari kepercayaan, adopsi teknologi, dan fungsinya sebagai alternatif sistem keuangan,” ujarnya.

Calvin menambahkan bahwa pertumbuhan nilai dalam dunia kripto justru lahir dari kontribusi berkelanjutan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pengembang teknologi, komunitas pengguna, hingga institusi keuangan. Mereka bersama-sama membangun infrastruktur berbasis blockchain yang mendorong transparansi, efisiensi, dan desentralisasi dalam sistem keuangan.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya edukasi dalam pemanfaatan aset digital. Menurut Calvin, kripto bukan sekadar instrumen investasi, melainkan sebuah alat (tools) yang bila digunakan dengan bijak dapat menciptakan nilai tambah bagi ekonomi digital.

“Yang terpenting bukan hanya membeli kripto, tapi memahami prinsipnya. Kripto adalah tools. Kalau digunakan dengan benar dan bijak, ini bukan soal menang atau kalah, tapi soal menciptakan nilai baru,” tukasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa